From FLOW Till flumpool

Sekedar review singkat album dan single jejepangan hasil jarahan selama awal tahun 2010 ini.

FLOW – Sign [2010.01.13]

Single baru dari band FLOW, terdiri atas lima buah lagu. Lagu pertama yaitu Sign menjadi OST Naruto Shippuuden. Sementara Nowhere: Kimi ni Okuru Orera nari no Ouenka adalah jenis lagu bertempo slow tapi ada unsur regee-nya, lumayan enak dan unik :D . Dan yang lebih unik lagi adalah lagu ketiga Flow X Naruto (Time Machine Special Mix), lagu ini ternyata medley dan sekaligus remix dari lagu GO!!!, Re:member, dan Sign :-o . Yap, tiga lagu mereka yang menjadi OST Naruto. Pantas saja lagunya panjang sekali, lebih dari 9 menit. Tiga lagu tersebut dibuat sangat beda dan keren banget :mrgreen: . Lagu keempat adalah versi pendek dari lagu Sign, dan yang terakhir adalah versi instrumental lagu Sign.

*****

STRAIGHTENER – Man-like Creatures [2009.01.13]

Satu hal yang melekat erat dalam benak saya tentang band ini adalah “temennya Ajikan (Asian Kung-Fu Generation)” :lol: . Karena faktanya memang si vokalis STRAIGHTENER, Atsushi Horie adalah teman dekatnya Masafumi Gotoh si vokalis Ajikan. Makanya mereka sering tampil di festival musik tahunan Nano-Mugen yang dibuat oleh Ajikan.

Single ini sendiri berisi lima lagu, dengan dibuka oleh lagu Man-like Creatures, lagu yang slow tapi lumayan enak. Toneless Twilight, temponya lebih cepat dari pada lagu pertama. Lagu ketiga adalah versi remix dari Man-like Creatures, saya sih lebih suka versi aslinya karena versi remix ini sedemikian “sepi”-nya :mrgreen: . Sementara dua lagu yang lain adalah versi instrumental dari Man-like Creatures dan Toneless Twilight. Overall, lumayan lah :D .

Nah, silahkan menikmati PV Man-like Creatures

*****

Do As Infinity – Kimi ga Inai Mirai [2010.01.20]

Single ini tuh bisa dibilang kumpulan lagu-lagu Do As Infinity (DAI) yang menjadi soundtrack anime Inuyasha :lol: . Berisi empat lagu, dengan hanya satu lagu baru yaitu Kimi ga Inai Mirai yang menjadi OST Inuyasha: The Final Act, sementara tiga lagu lainnya adalah lagu lama yang juga menjadi OST Inuyasha, yaitu Fukai Mori, Shinjitsu no Uta, dan Rakuen. Jika memilih dari keempat lagu itu mana yang paling saya suka, tentu saja pilihan saya jatuh ke Fukai Mori \m/. Nih, video musiknya.. :D

*****

Aqua Timez – Ehagaki No Haru [2010.01.27]

Single berisi empat lagu, yaitu Ehagaki no Haru, Ryuusei no Uta, Sora ni Chikai Machi, dan versi instrumental dari Ehagaki no Haru. Hmm, lagu-lagu dalam single ini setipe dengan lagu Aqua Timez yang lainnya, tidak ada yang “wuah” :mrgreen: . Lagu Ehagaki no Haru termasuk lagu up-beat, tapi kurang manteb *menurut saya*. Sementara dua lagu lain bertempo lambat… pokoknya tidak nyangkut di hati deh :lol: .

PV Ehagaki no Haru

*****

abingdon boys school – ABINGDON ROAD [2010.01.27]

Album perdana abingdon boys school yang berisi 14 album (tracklist bisa dilihat di sini). Dari semua lagu yang ada di situ, yang nyangkut di hati saya cuma lagu From Dusk Till Dawn saja :P .

*****

BACK-ON – ONE STEP! Feat.mini – Tomorrow never knows [2010.02.03]

Covernya lucu ya? :mrgreen: . Single ini cuma berisi dua lagu: ONE STEP dan Tomorrow Never Knows. ONE STEP adalah lagu bertempo cepat dengan agak mirip lagu Flyaway. Sedangkan Tomorrow Never Knows, malah terdengar seperti lagunya BAReeeeeeeeeeN, yaitu proyek kolaborasinya BACK-ON dengan GreeeeN. Tapi saya lebih suka dengan Tomorrow Never Knows, karena lebih easy listening :D .

*****

flumpool – Zanzou [2010.02.03]

Terakhir adalah single barunya flumpool :oops: . Makasih buat ikky_kaze yang sudah ngompor-ngomporin saya buat mendownload single ini :lol: . Single ini terdiri atas lima lagu. Pertama, Zanzou yang menjadi OST dorama Bloody Monday 2, lagunya  slow dan enak :D . Lagu kedua adalah Birds yang bertempo cepat, lumayan suka dengan beat-nya yang bikin semangat. Yang unik adalah lagu selanjutnya yang berjudul Kotoshi no Sakura (Graduation Remix), yang ternyata adalah remix lagu Konnen no Sakura yang ada di album What’s flumpool !?. Lagu Konnen no Sakura yang aslinya adalah lagu upbeat, dibikin jadi slow… manteb deh :mrgreen: . Lagu keempat adalah versi live dari lagu Over The Rain ~Hikari no Hashi~, karena lagunya memang enak ya enak aja kedengarannya :D . Dan yang terakhir adalah lagu instumental dari Zanzou. Overall, saya suka dengan keseluruhan single ini \m/.

Martabak Manis

Martabak manis, makanan kedemenanku yang lain selain mie ayam pangsit, dan ayam bakar, dan mpek-mpek, dan cumi asam manis, dan…. *banyak dah* :lol: .

Martabak manis adalah salah satu makanan yang memorial karenanya hanya aku beli di satu tempat saja, ya hanya di abang-abang jualan martabak di dekat rumahku. Tidak pernah beli (sendiri dan diniatkan) di tempat lain, hanya di sana saja. Yah terkecuali kalau dibeliin orang, kan rejeki mah pantang ditolak bukan :mrgreen: .

Yang membuat martabak manis di tempat itu spesial adalah rasanya, pertama strukturnya yang lembut dan legit, apalagi dengan coklat dan kacang yang melimpah… ugh :? *ngiler*.

Dan jika teringat martabak manis, aku selalu teringat rumah :( . Sama halnya dengan mie ayam pangsit yang juga selalu aku beli di dekat rumah. Pasti jika kangen rumah, aku pun kangen dua makanan itu :( .

Semenjak aku ngekos di dekat kantor, alhasil aksesku ke martabak pun amat terbatas. Hanya bisa pulang di akhir pekan, itu pun kalau aku tidak ditahan di kantor untuk kerjaan serba mendadak. Karenanya saat-saat langka yang hanya jatuh dua hari dalam sepekan itu selalu aku manfaatkan untuk menghajar makanan favoritku yang hanya tersedia di dekat rumah.

Sebutlah minggu kemarin, semenjak ngidam selama semingguan akhirnya aku bisa menyantap itu mie ayam pangsit rebus \m/. Puwas rasanya :lol: . Karenanya hari sabtu ini niatnya giliran si martabak manis :oops: .

Tapi, aku tuh adalah orang yang hidup dalam penyangkalan. Misalnya ketika aku rindu seseorang sesuatu, aku menyimpannya dalam-dalam. Berkata, “ah nanti saja… nanti saja… ga apa-apa” terus berkutat dengan pilihan “beli… nggak… beli… nggak…”

Padahal tadi sore setibanya di daerah rumahku, aku lewat di depan itu tukang martabak yang tengah kosong-kosongnya dari pembeli karena baru buka. Dengan loyang pemanggang yang masih baru belum terpakai, memanggil-manggilku untuk memanggang martabak manisku :| .

Tapi.. ya dasar aku orangnya plin-plan yang mikirnya terlalu lama dan rumit, bahkan untuk memutuskan beli martabak :? . Aku menahan rasa kangenku dan berlalu pergi.

Dan apa akibatnya?!!?!! :evil:

Aku kangen setengah idup sama martabak manis :cry:

Padahal sekarang sudah tengah malam…  :(

Berbeda dengan kawan yang memperjuangkan brownisnya, agaknya aku tak jujur pada diri sendiri jika ngidam martabak manis. Dan yah apa boleh buat aku hanya bisa menunggu sampai besok malam untuk mendapatkan martabak manisku :| .

Dan… ini memang hanya soal martabak manis yang bisa aku dapatkan hanya dengan jalan kaki lima menit dari rumah, dan abang-abangnya pun mangkal di sana. Artinya banyak kepastian, hanya tinggal aku-nya saja mau atau tidak jalan ke sana. Tapi bagaimana jika tentang hal lain… yang hanya melintas sebentar… tapi karena terlalu banyak menimbang dalam keragu-raguan, pada akhirnya melewatkannya dan kemudian hanya bisa menyesal :| .

*berdoa semoga besok malam abang-abang martabaknya tetep jualan*

Random Thoughts

Ketika berteriak…

“DIAM!!”

Nanti malah ditanya…

“Kenapa?”

Dan dibalas lagi…

“POKOKNYA GA BOLEH NGOMONG!! BERISIK TAUK!!”

Dan pada akhirnya semuanya makin panjang, larut dalam bentakkan yang menyuruh orang lain untuk diam :roll:

Aneh bukan? Nyuruh diam tapi banyak ngomong bahkan sampai teriak-teriak gitu :?

*****

Sama halnya dengan kalau bicara…

“Aku pokoknya ga mau ngomong!”

“Apapun yang terjadi ga mau ngomong!”

“Capek aku ngomong terus-terusan.. capek tau… capek banget!!”

.

.

dan seterusnya…

Mulut terus berujar cape ngomong, tapi ngomongnya tidak berhenti-berhenti :?

*****

Dan kalo saya… Berhubung saya jarang bicara, kasusnya jadi seperti ini…

Cape mikir

Pusing

Pusing

Pusing

.

.

Tapi terus mikir

Dan membatin *jangan mikir*

*jangan mikir*

:roll:

*****

Lalu menurut pengalaman teman saya yang ikut yoga, ketika disuruh “kosongkan pikiran!”

Di pikirannya melayang-layang..

*kosongkan pikiran*

*kosongkan pikiran*

.

.

*gimana caranya mengosongkan pikiran?*

:?

Tentang Payung

Semenjak langit semakin cengeng akhir-akhir ini, tak ayal lagi akupun dipaksa oleh keadaan untuk sesegera mungkin memiliki naungan, dalam bentuk payung tentu saja karena menurutku kurang gimana gitu kalau cewek pakai jas ujan atau bahkan ponco :P . Aku memang tak punya payung, ya dulu sih ada, yaitu si merah darah yang kemudian langsung cacat tubuhnya setelah tertiup angin kencang :lol: . Memang aku sadar, aku terlalu egois memaksa si merah menerjang badai waktu itu :cry: . Hanya demi pulang on time, aku nekat terjun ke tengah hujan deras yang anginnya kencangnya ampun-ampunan *lebaaaay* :mrgreen: . Singkat kata, itu si merah sudah aku makamkan bersama dengan sampah-sampah yang dibuang.

Aku bukannya tak ingin punya payung baru tapi aku malas sekali belinya :P , padahal aku sering kerepotan dengan ketiadaannnya. Bagaimana lagi, aku itu orangnya memang sering sok nekat dan menyusahkan diri sendiri pada akhirnya. Jika di luar sana hujan lebat, aku lebih memilih berteduh di guaku yang nyaman sambil internetan dan ngemil makanan. Aku pikir toh badai akan segera berlalu dan digantikan oleh langit cerah. Tapi terkadang aku bosan menunggu sementara di luar sana hujan masih turun dengan derasnya. Jika itu yang terjadi, aku akan menunggu sampai hujan sedikit mereda dan dengan nekatnya berlari menerjang hujan gerimis. Tak jarang aku dipermainkan oleh langit, awalnya hujannya sudah kecil eh tapi kemudian deras di tengah jalan. Langit pun paham tabiatku yang sering nekat dan sok kuat, karena aku akan melanjutkan perjalanan dan tiba di rumah dengan keadaan basah. Lalu kemudian sakit dan diomelin sama orang rumah :P .

Tapi jika terus-menerus hidup dengan cara demikian, akan jadi amat bodohnya aku ini sementara payung banyak tersedia di tempat penjualan. Dan rasanya aku memang harus punya supaya aku bisa lanjut berjalan meskipun di tengah-tengah hujan. Meskipun hujan itu akan berhenti jika ku sabar menunggu, tapi berdiam diri di dalam gua yang hangat hanya akan melemahkan daya tahan diriku. Selain itu aku banyak kehilangan moment berharga yang hanya bisa aku dapatkan di dalam derasnnya hujan. Ya, sambil jalan berduaan (bareng si payung maksudnye), itu romantis-romantis gimana gituuu :oops: :lol: .

Namun, mengacu pada pengalaman-pengalaman sebelumnya *mengingat almarhum payung-payungku*, agaknya aku harus lebih perhatian lagi dengan kesehatan si payung baru ini nantinya. Payung yang telah bekerja keras melindungiku dari derasnya hujan dan kencangnya angin, pastinya harus ku rawat dan ku sayangi :cry: . Misalnya, dengan mengangin-anginkannya dahulu ketika masih basah, bukannya langsung aku tutup dan disimpan di dalam plastik :P , soalnya nanti akan cepat berkarat. Ada lho temanku yang merawat payungnya dengan apik, ia beneran mengelap payungnya yang basah, kalo aku kan biasanya ditinggal begitu saja dalam keadaan terbuka sampai kering.

Payung yang telah memberi naungan, kemudian kita beri perhatian dan perawatan supaya tetap baik kondisinya. Semahal apapun payung itu, tapi jika sembarangan tidak dirawat, ia akan ringkih juga. Dan meskipun payungnya cuma seharga 15 ribuan, tapi jika disayangi dan diperhatikan pasti nantinya akan awet ;) .

Payung baru, akhirnya aku beli hari sabtu kemarin. Yak, payung baruku yang biru.. seperti warna langit.. aku namakan Ao-kun (青くん), dari kata aoi (青い) yang artinya biru. Dan kalau kupikir-pikir langit lah tempat bernaung yang sebenarnya, meski ia sering menguji dengan terik matahari maupun derasnya hujan badai.

Tentang Memancing

Apalah yang paling disuka pemancing, selain yang namanya ikan segar. Tentulah setiap pemancing punya tipe ikan kesukaan, ada yang demen yang kecil, imut, dan penuh warna warni, atau sejenis ikan padat penuh daging. Tentunya soal selera itu tak bisa dibandingkan antar pemancing per pemancing, ya namanya setiap kebutuhan itu berbeda pada masing-masing pemancing. Begitulah, pada hakikatnya samudera itu berisi berbagai macam jenis ikan. Nah terserah pemancing mau mencari yang seperti apa, atau begini… tergantung si pemancing dapat yang seperti apa.

Tapi yang namanya urusan pancing-memancing itu bukan perkara mudah namun juga bukan perkara sulit juga. Kalo kata pemancing berpengalaman mah semuanya tergantung umpan yak. Jika umpan tepat, maka tinggal nunggu aja disamber ikan. Tapi kan ada juga tuh dua pemancing yang umpannya boleh dibilang sama, tapi yang satu umpannya dicemplungin sebentar eh udah langsung dikerubutin sama ikan. Sementara yang lain kalo kasarnya mah dibilang apes, itu umpan cuma dilewatin doang sama si ikan. Nah itu tuh bedanya di mana? :?

Bisa jadi masalah selera ikan terhadap umpan pun berlainan. Ya ikan dengan spesies berbeda pastinya punya selera berbeda terhadap jenis pakan. Meskipun sesama ikan punya kesamaan selera, dan biasanya para pemancing menggunakan selera umum itu sebagai umpan. Tapi ada kan tuh ikan yang picky, yang bisa dibilang anomali karena ga suka sama makanan ikan :lol: . Nah, ini mah perlu treatment khusus kayaknya. Urusan pilah-pilih umpan (katanya) bergantung pada banyaknya pengalaman. Pemancing yang sekali pasang umpan dan disamber ikan, hanya mengetahui bahwa satu umpan tersebut bisa menarik minat ikan. Tapi pemancing yang berkali-kali dicuekin umpannya atau bahkan dicabik-cabik itu umpan *sadis bener yak, mancing ikan hiu kali yak :? *, ia bisa tahu banyak bahwa jenis umpan A, B, C,… dst tidaklah disukai. Sampai akhirnya ketika ia mencoba lagi memakai umpan yang lain dan terbukti disamber ikan, maka ia pun mendapatkan ikan plus pengetahuan tentang jenis-jenis umpan yang dijamin tidak laku dipasaran :lol: .

Nah, itu kan jika dipandang dari jenis umpan. Hal yang tak kalah penting dalam pancing-memancing adalah teknik si pemancing itu sendiri. Katanya begitu.. :lol: saya pun tak tempe karena ga pernah mancing. Nah kalo umpan sudah dipasang di mata kail dan dicemplungin ke empang tapi didiemin aja, rasanya tidak akan terlalu menarik perhatian ikan. Ikan akan berpikir itu cuma benda mati doangan, lha cuma mengambang-ngambang ga jelas seakan-akan tidak punya kehidupan. Umpan itu harus bergerak, hidup, menari-nari dengan lincahnya di dalam air. Dan (katanya) yang namanya talik-ulur itu sedemikian penting dalam menunjang pergerakan umpan di dalam air. Well, soal ini sebaiknya didiskusikan ke sesama pemancing saja deh :lol: . Soalnya, saya tak pernah menjadi pemancing makanya tidak tahu bagaimana teknik tarik-ulur yang terbukti ampuh memancing ikan :P .

Tapi mungkin saya bisa menyelami pikiran ikan ketika ia melihat umpan. Soalnya saya kan ubur-ubur, yang meskipun tak pernah dipancing dengan kail tapi setidaknya saya sering bercakap-cakap dengan ikan tetangga :mrgreen: . Andaikata saya menjadi ikan yang sedang bebas-bebasnya berenang-renang di lautan ketika melihat seonggok umpan, belum tentulah saya tertarik, jika: umpan itu malas bergerak, tidak terlihat menarik di mata saya. Nah soal menarik-tidaknya itu lah yang amat relatif ukurannya. Karena selain ditentukan oleh wujud fisik si umpan, bisa jadi karena lincah-tidaknya tarik ulur itu. Di mata ikan tarik-ukur bisa menarik perhatian, bisa juga bikin ikan males. Apalagi jika tarik-ulurnya sedemikian rusuhnya, kan ikannya jadi meragukan nih umpan kepingin disamber ikan ga sih :lol: . Dan ketika si ikan melihat umpan yang menarik, apakah akan langsung menyambar? Nggak juga ternyata :lol: , ada jenis ikan yang amat berhati-hati, bahkan ada juga yang bingung sendiri tak tau jenis umpan yang ia suka mungkin :| , tapi ada juga jenis ikan yang langsung nyamber saja. Dan ikan bisa demikian setianya, dan juga bisa demikian kejamnya sampai berontak memutus tali pancing. Ya sing sabar yo para pemancing :P . Ikan pun punya hak pilah-pilih demi kebahagiaannya sendiri *lho* :mrgreen: .

Tapi ini kan soal pemancing individual yang berjuang dengan pancingan tunggal, eeh ada juga yang memakai lebih dari satu pancingan :roll: . Yah ini mah terserah deh :mrgreen: . Hanya sebagai peringatan saja buat si ikan untuk bertindak hati-hati dalam menyambar umpan. Jangan sampai terpancing oleh dua mata kail sekaligus atau bahkan lebih, bisa robek itu mulut si ikan :lol: .

Tapi yang agak mengganggu sebenarnya bukan para pemancing konvensional macam ini, tapi penjaring yaitu yang menggunakan jaring macam pukat harimau ektrimnya untuk meraup berbagai jenis ikan. Yah sebagai ikan, yang punya harga dan posesif, biasanya merasa tidak ekslusif ketika dirinya terjaring bersama dengan ikan-ikan lain. Ikan yang berperasaan peka biasanya suka membanding-bandingkan, eh kok dia dijaring sama ikan lain yang wujudnya ga banget begitu :? . Begitulah, karena biasanya si ikan sadar dirinya tidaklah menjadi target utama, tidak spesial, tidak sedemikian diharapkan oleh si penjaring. Karenanya ada ikan yang meloncat kembali ke lautan, tapi ada juga yang berada di atas perahu bersama dengan ikan lain di dalam ember sang penjaring. Saya tidak tahu mana yang “dibenarkan”, toh bukankah kita kadang “membenarkan” sesuatunya :| .

Kalo dipikir-pikir memancing di lautan luas itu kan lumayan sulit, terutama dalam mencari jenis ikan yang diinginkan, mungkin karena terlampau tinggi kenanekaragamannya ya. Pernah juga ada yang berujar, eh ke pemancingan aja yuks mancing ikan mas… misalnya begitu. Atau ke kolam atau empang yang ikannya sudah dibina… Jikalau demikian akan memperbesar kemungkinan didapatkannya jenis ikan yang diinginkan, tapi ya kalau urusan umpannya bakalan disamber ikan atau nggak, ga tau juga ya… :roll: .

:lol:

*ditimpuk ember*

*bletak*

Pikiran kembali ke dunia nyata

:cool:

Next Page »