Author Archives:

About Mizzy

Ubur-ubur yang mengapung-apung terbawa arus lautan

The Art of LDR

Kami lahir dan dibesarkan di dua kota berbeda terpisah jarak 146 km Saat aku kuliah di tahun ke 3 kami malah memperlebar jaraknya menjadi 7337.18 km Perkenalan pertama kami,  2 tahun 4 bulan yang lalu, pun masih pada jarak yang … Continue reading

Posted in musing, personal | Tagged , , , | 3 Comments

Tentang Hak Asasi Anak: Agama, Sunat dan Tindik Telinga

Menjadi orang tua adalah segalanya tentang memberi yang terbaik kepada anak. Makanan terbaik, pakaian terbaik, pendidikan terbaik, pasti ingin yang segala-galanya terbaik. Tapi tentu ukuran terbaik itu relatif mengacu pada takaran penilaian orang tua, dan lingkungan sekitar. Apalagi pada anak … Continue reading

Posted in musing, personal, Uncategorized | Tagged , , , | 8 Comments

Jika Aku Menjadi: Bayi

Tangisan, hanya itulah yang dapat aku andalkan untung mengomunikasikan keinginan. Meski aku punya struktur mulut yang rasanya lengkap, sayang belum bisa digunakan untuk mengucapkan kata yang bermakna. Sehingga untuk bilang aku haus, lelah, gerah, basah, semua bunyinya sama… “owaaaaaaaa”. Bahasa … Continue reading

Posted in musing, personal, random thing | Tagged , | 1 Comment

Kotak Imajiner

Dahulu sekali, saya pernah menciptakan sebuah kotak. Sebutlah sebuah kotak hitam, karena hitam adalah warna favorit saya, yang saya ciptakan di suatu malam dalam perjalanan bertemu jenazah orang paling tersayang. Waktu itu, di usia belia, tak mengerti bahayanya mengubur dan … Continue reading

Posted in musing, personal | Tagged , , | Leave a comment

A Quarter Life Crisis

“Kapan…?” Setiap kalimat tanya yang diawali oleh satu kata di atas itu pernah menjadi momok yang menyebalkan dalam suatu rentang usia hidup saya. Dan entah kenapa kok orang-orang jadi lebih banyak bertanya dengan diawali satu kata tersebut di dalam rentang … Continue reading

Posted in diary, musing | Tagged , , | Leave a comment