Nonsense

Agak ironis apabila ada sebuah lembaga penelitian yang (kalau bisa dibilang) sebagai perintis studi tentang penyakit infeksi yang banyak bertebaran di negeri kita tercintah ini, kemudian harus dibekukan *entah untuk sementara waktu atau selamanya* karena sebuah kekhawatiran yang menurut saya sangat mengada-ngada πŸ™„ . Katakanlah saya memang lugu kalau menyangkut tentang teori konspirasi atau dugaan pembuatan senjata biologi… tapi ya nonsense gitu lho πŸ˜•

Apakah karena mereka membawa-bawa nama militer apalagi Am***ka, makanya sentimen negatifnya makin terasa kuat? Tapi ya.. so what? :mrgreen: . Toh risetnya (salah satunya) tentang sebaran serotype dan genotype virus dengue dan pengembangan vaksin virus yang telah mengambil nyawa sekian banyak penduduk di daerah endemik dengue di Indonesia. Kalau ditanya mana hasilnya? Ya, yang namanya penelitian dasar memang tidak menghasilkan profit apapun, toh bukti hasilnya ‘hanya’ publikasi ilmiah di jurnal internasional. Sementara pengembangan vaksin pun tidak semudah yang dibayangkan kalau bakal seminggu jadi 😐 .

Dan jika dikatakan mereka mengambil dan memiliki “terlalu banyak” koleksi virus-virus “kita”, toh mereka mengambilnya langsung dari alam dan bukan dari tabung-tabung sampel yang tersimpan dalam freezer-freezer kita. Lalu jika memang akan ditutup warungnya, akan dikemanakan isolat-isolat itu? Kita ambil? Heh… sementara merekalah yang sudah dari kapan tau menjelajah pedalaman negeri ini untuk mengumpulkannya. Dan mereka yang dari kapan tau membangun lab berstandar “bagus”, mengembangkan strategi diagnosis untuk mendeteksi keberadaan virus pada darah pasien kita, dan kemudian barang berharga itu akan diambil begitu saja? Lalu apa akan mereka bawa ke negara mereka? Rasanya bakalan rame dan panjang juga urusannya :P.

Yah kita lihat saja lah… πŸ˜‰

Apapun jadinya nanti, semoga bisa dicari jalan keluar yang terbaik yang menguntungkan kedua belah pihak πŸ˜€ . Tapi ya, itu lho … senjata biologis.. hmm πŸ˜•

Berita terkait:

[1]. Sejarah Namru-2 Berakhir 16 Oktober 2009

[2]. Rugikan Indonesia, Sebaiknya Namru-2 Ditutup

Advertisements

8 thoughts on “Nonsense

  1. Memang isu tentang kegiatan intelijen dan senjata biologi itu IMO hanya teori konspirasi saja. AS bisa menjalankan kegiatan intelijen di RI tanpa perlu fasilitas itu, dan pengembangan senjata biologi AFAIK sudah gak musim lagi. Isu monopoli pengembangan vaksin yang bisa dijual mahal, terdengar lebih masuk akal, tapi ini juga masih berlebihan. Yang paling berlebihan adalah mengaitkan aspek2 nasionalisme pada isu2 anti AS seperti ini. πŸ˜•

    BTW, di Jayapura sini juga ada lab Namru-2 di RSUD Propinsi, buat nyelidiki malaria dll. Tapi gak inget masih fungsi atau nggak. πŸ˜•

  2. Saya kurang paham masalah Namru-nya sendiri, tapi kasus David tempo hari membuat saya menyadari bahwa masyarakat kita…

    Apakah karena mereka membawa-bawa nama militer apalagi Am***ka, makanya sentimen negatifnya makin terasa kuat?

    …ultra-nasionalis yang…

    menyangkut tentang teori konspirasi atau dugaan pembuatan senjata biologi…

    …doyan konspirasi. 😎

    Wis Mbak, kuliah di Harvard aja, neliti di sono, jadi kalo memang pihak Amerika ingin mengembangkan vaksinnya, ada orang Indonesia yang kebagian jatah. πŸ˜€ Lalu dibilang pengkhianat bangsa.

  3. kayaqnya semua jadi gak bener kalo udah disangkut-pautkan dengan yang namanya militeristik ya? senjata biologi? berupa apa? nyamuk-nyamuk pencabut nyawa? di liberia sono ada buanyak, gak perlu dikembangin… jadi kalo butuh yang dahyat, amrik nyarinya di negara afrika, bukan di INA…

    …e tapi jadi kepikiran juga nih… jangan2 postingan saya yang bawa2 yu-es-e bakal dijerat pitnahan ga nasionalis juga? πŸ˜•

  4. @ Jensen:

    Isu monopoli pengembangan vaksin yang bisa dijual mahal, terdengar lebih masuk akal, tapi ini juga masih berlebihan.

    Yap, kehawatiran bahwa negara berkembang tak akan kebagian jatah vaksin yang murah ini lah yang menjadi perhatian Bu Menkes terdahulu, yaitu dalam kasus flu burung (H5N1). Sampai-sampai menimbulkan polemik ketika RI menahan isolat H5N1 supaya tidak diberikan ke Amrik dan sekutunya padahal buat riset pengembangan vaksin, dan RI pun dikecam karena tidak membantu usaha global dalam menanggulangi wabah flu burung. Mengenai kekhawatiran tidak dapat jatah vaksin murah, okeh lah untuk kepentingan Indonesia juga. Dengan menahan isolat H5N1 yang berharga itu, RI bisa punya posisi tawar yang kuat untuk membuat kerjasama barter virus-vaksin yang seimbang.

    Tapi kalau soal teori konspirasi takut virusnya digunakan untuk pembuatan senjata biologi.. weh πŸ˜• Di bumi ini bertebaran senjata biologi alami yang bisa membunuh dengan sendirinya. Untuk mengembangkan pengobatan melawan virus, bakteri, dll yang ada di alam aja manusia saja sudah kewalahan 😐

    @ lambrtz:

    bahwa masyarakat kita…

    …ultra-nasionalis yang…

    …doyan konspirasi. 😎

    πŸ˜†

    Dan nasionalismenya perlu disentil dulu supaya bangun πŸ˜‰

    Wis Mbak, kuliah di Harvard aja… [..]

    Iya ya.. siapa tau nanti bisa diangkat jadi Menkes juga πŸ˜›

    @ Ando-kun:
    Kesannya memang begitu ya… :mrgreen:

    @ Kurotsuchi:

    kayaqnya semua jadi gak bener kalo udah disangkut-pautkan dengan yang namanya militeristik ya?

    Begitulah, sekalipun sudah dijelaskan oleh pihak AS dan info dari orang dalam, kalau kegiatan di Namru-2 murni penelitian medis dan ilmiah, tapi sentimen anti-AS tetap kuat menolak keberadaan lab tersebut.

    Dan kayanya kerjasama itu tetap dilanjutkan tanpa membawa embel-embel militer, dengan dibentuknya Indonesia-United States Center for Medical Research (IUC) … tapi ya tetep aja masih ada yang paranoid :P.

    …e tapi jadi kepikiran juga nih… jangan2 postingan saya yang bawa2 yu-es-e bakal dijerat pitnahan ga nasionalis juga?

    Mau dipitnah ga nasionalis atau kapir kek… Donmai~ donmai~ 😎

  5. gw cm bs komentar 3 kata, no free lunch.

    seriously though, as common people, I don’t see the benefit from the existence of a research center of a foreign country with mostly foreign staff. and this is US of A we’re talking about.

    CMIIW

  6. ^

    and this is US of A we’re talking about.

    Mmm, sebenarnya gw ingin melepaskan embel-embel ini πŸ˜› .

    I don’t see the benefit from the existence of a research center of a foreign country with mostly foreign staff.

    Untuk masyarakat Indonesia secara luas, mungkin manfaatnya tidak terlalu dirasakan. Tapi untuk pihak akademisi dan lembaga riset Indo (misalnya), sudah terjalin kerja sama dalam beberapa penelitian tentang biomedik. Mereka juga sering mengadakan pelatihan seperti management laboratorium, teknik deteksi virus dari sampel pasien; dan sejauh yang saya tau lab LITBANGKES sampai bisa digunakan untuk mendeteksi H5N1 juga berkat kerja sama dengan Namru.

    Dan kalau dilihat dari sisi lain, keberadaan Namru-2 (atau nantinya berubah nama jadi IUC) membuka peluang bagi orang Indonesia untuk belajar dan kerja di sana. Misalnya, selama ini mereka terbuka terhadap mahasiswa yang mau magang dan penelitian untuk skipsi. Dan mengingat fasilitas laboratorium biologi molekular di Indonesia (terutama di universitas :P) kurang memadai, mencicip kerja di tempat seperti Namru itu adalah pengalaman yang lumayan berharga :mrgreen: . Dan banyak peneliti-peneliti Indonesia yang bekerja di sana sekarang, mulai dari research assistant sampai senior researcher, tapi memang kepala lab masih dipegang orang US :mrgreen: .

    Makanya, jika Namru-2 yang membawa-bawa nama militer itu dirasakan bisa mengancam kedaulatan negara, dengan dibentuknya kerja sama baru dalam bentuk IUC, semoga ‘prasangka buruk’ itu bisa diredam. Maksud saya, daripada kita menghabiskan waktu, tenaga, dan pikiran untuk berprasangka buruk; kenapa ga bekerja sama aja dengan mereka, kan demi memajukan dunia riset di Indonesia juga πŸ™‚ .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s