Cincin

Ketika kedua mempelai saling menyematkan cincin tanda ikatan, tersemat pula harapan akan langgengnya pernikahan. Karenanya cincin itu dipilih bersadarkan kriteria tertentu yang menyimbolkan harapan dan keinginan masing-masing pasangan. Tampaknya memang demikian :mrgreen:

Sebutlah ada seorang kawan perempuan, yang insyaallah tahun depan akan melepas masa lajang. Beliau sempat berdiskusi dengan saya mengenai esensi dan simbolisme yang mewakili wujud kehidupan pernikahan ideal, saya yang memang suka dengan begituan (simbol maksudnya) ikut larut dalam percakapan. Satu hal yang menarik perhatian, kawan saya ini tidak memilih cincin bertahtakan berlian. Malah ingin mencari cincin polos tanpa tersemat satu pun hiasan.

Kalau ditanya alasannya, kawan saya ini berharap satu hal dari simbol cincin polos itu. Bahwa semoga kehidupan pernikahannya nanti berjalan mulus tanpa ganjalan yang bisa meretakkan komitmen keduanya.

Seketika saya berpikir… Memangnya ada masalah apa dengan berlian?

Ternyata….

Berlian adalah material alami terkeras di planet ini. Kilaunya memang membuatnya amat berharga, benda paling keras ini harus disematkan di tengah-tengah struktur cincin logam. Indah memang, tapi cincin harus berkorban untuk dilubangi, memberi ruang tempat berlian akan berdiri… Mengorbankan kemulusannya, struktur kompaknya *sotoy mode On*, untuk bersama-sama memegang sebuah material terkeras yang indah… tapi mungkin sebenarnya tak terlalu dibutuhkan. Berlian memang indah untuk dilihat oleh pihak yang mengamati, tapi untuk pihak yang bersama-sama menanggung berat dan kerasnya material tersebut? Mungkin memang akan senang, karena berlian kita akan dikagumi dan dipuji-puji… Tapi toh bagi kedua orang yang mengikatkan diri di cincin itu, bagian terpenting yang perlu dijaga kekokohannya adalah tubuh cincin itu sendiri. Benda terkeras di bumi yang dipahatkan di tengah cincin, bisa berbalik menjadi benda yang menghancurkan ikatan itu.

Berlian itu, mungkin menyimbolkan sebuah prestise, status, atau apapun yang bisa menaikkan nilai kita di mata orang lain. Namun ketika dihadapan pasanganmu, apakah itu menjadi teramat penting? Apa yang ia lihat, apa yang kita lihat, tentu jauh lebih dalam daripada sekedar kilauan berlian yang langsung terlihat mencolok dipermukaan.
wedding-ring-band / Gambar diambil dari sini

Advertisements

7 thoughts on “Cincin

  1. nambahin, kalo cincin berlian itu suka ngegores orang2 di sekitarnya yg kebetulan bersentuhan atau berdekatan ๐Ÿ‘ฟ

    emang lebih baik cincin polos ya ๐Ÿ˜Ž \m/

  2. Wakakakak……….. ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†
    Eh sori, anu…. nnnggggg….
    mau komentar apa yah ๐Ÿ™„

    *abisss…. udah keburu ngakak duluan baca judulnya*
    ** ah, sudahlah… apa2 dihubungin sama nihonggo melulu**

    berlian mahal cuma karena sulit ditemukan (atau kalau jaman sekarang sulit dibuat). Padahal kalau dipikir2, bahan awalnya sama aja dengan arang ataupun grafit buat pensil, tentu saja dengan struktur yg berlainan :mrgreen:

  3. @ Arm:
    Pengalaman pribadi ya? :mrgreen:

    Yang ga kalah nyebelin kalau cincinnya nyangkut di baju, jadi susah dilepasin, ribed deh ๐Ÿ˜Ž

    @ ๅฎ‰่—คๅ›:
    Huahahahaha… ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

    Baru tau setelah tadi ngeliat kamus… ๐Ÿ˜ณ

    Jadi bingung juga mau komentar apa :mrgreen:

    BtW,

    (atau kalau jaman sekarang sulit dibuat)

    Saya pernah dengar kalau berlian sintetis itu lebih keras daripada berlian asli kah?

    Padahal kalau dipikir2, bahan awalnya sama aja dengan arang ataupun grafit buat pensil, tentu saja dengan struktur yg berlainan :mrgreen:

    Bahan awal sama tapi hasil akhir jauh banget bedanya :mrgreen:

  4. Selalu ada pengorbanan untuk sesuatu yg terlihat indah kan?
    Dan untuk menarik pasangan agar mau mengikat diri salah satu caranya ya dengan menonjolkan status, prestise tadi ๐Ÿ˜›

  5. Selalu ada pengorbanan untuk sesuatu yg terlihat indah kan?

    Sepakat ๐Ÿ™‚ . Jikalau keduanya ingin membopong hal yang indah itu bersama-sama, silahkan saja.

    Dan untuk menarik pasangan agar mau mengikat diri salah satu caranya ya dengan menonjolkan status, prestise tadi ๐Ÿ˜›

    Awalnya memang demikian, kita tertarik pada sesuatu yang menarik. Tapi, mungkin dengan berjalannya waktu ketika semua mulai terungkap dan terlihat diri kita seutuhnya, perlu ‘sesuatu’ –entah alasan, kompromi, atau pengertian– yang membuat kebersamaan itu tetap berlangsung.

    Seperti penutup posting-ku di atas..

    Apa yang ia lihat, apa yang kita lihat, tentu jauh lebih dalam daripada sekedar kilauan berlian yang langsung terlihat mencolok dipermukaan.

    ๐Ÿ˜€

  6. Eh iya juga sih :P, selama ini artinya memang begitu, berlian melambangkan keabadian dan kemurnian.

    Ini cuma iseng mikir dari sudut pandang yg lain aja :mrgreen:

    I’m too much thinking ๐Ÿ™„

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s