Mirror

Terkadang menyadari apa ada yang salah pada diri ini tak semudah kita melihat ada yang salah pada dunia di luar raga ini. Karena mata, organ penangkap rangsang itu hanya bisa melihat ke luar, tidak ke dalam diri. Ada juga yang pernah berkata gunakan mata hati, tapi sesungguhnya di mana letak mata hati itu? Karena keberadaannya yang abstrak, terkadang malas dan tak tergerak untuk mencarinya.

Sementara jika mengandalkan mata orang lain, terkadang penilaian itu tak diterima secara fair karena terhalang benteng ego dan penyangkalan. Atau bisa juga meskipun mata lain itu melihat yang sebenarnya, tapi sang empunya mata dalam memberikan penjabaran apa yang dilihatnya sangat dipengaruhi oleh sudut pandangnya, cara interpretasinya, dan ketidakgamblangannya karena takut terlalu keras serta khawatir malah akan memperburuk luka yang telah ada. Kelebutan itu, mungkin baik, tapi mungkin juga tidak efektif. Karena ditepuk secara lembut, padahal mungkin seharusnya ditampar supaya sadar.

Tapi ditampar orang itu rasanya sungguh tak enak bukan ๐Ÿ˜ . Pernahkan mencoba menampar diri sendiri? Ketika kau merasa ada yang salah pada dirimu, tapi kau tak tahu bagaimana bangkit dan meninggalkannya. Ketika kau tak bisa berhenti menangis, padahal kau tersiksa dengan kerapuhan itu. Ketika perasaan itu begitu menguasai jiwamu sehingga menutupi akal sehatmu.

Tapi bagaimana cara membangunkan diri itu? untuk memintanya bangun…

Jika mata kita tak bisa melihat diri sendiri, maka butuh alat bantu yaitu tak lain adalah cermin. Cermin yang menampakkan diri seutuhnya, dan mata bisa melihat sesosok makhluk yang tampak di sana.

Jika di saat kau melihat diri di cermin kemudian menangkap sosok bayangan yang tak kausuka. Misalnya wajah tirus pucat, mata sembab dengan tatapan kosong merah berair, layu seakan tidak berjiwa. Kau pun menatap langsung ke matanya, mencari jawaban mengapa ia sedemikian buruk rupanya. Jika logikamu sepenuhnya sadar bahwa ia adalah bayangan dirimu, tapi kau merasa ia bukanlah dirimu.

Apabila di saat kewarasanmu semakin memudar, kau kemudian berbicara padanya menanyakan mengapa ia sedemikian jeleknya, sedemikian menderitanya. Ya, kau pun bisa berkomunikasi dengan dirimu. Ia pun bercerita mengenai kisahnya dengan sesekali terisak, dan kau melihat ia sedemikian menyedihkannya.

Dan apabila di saat kewarasanmu mulai kembali, menyadari bahwa sosok itu adalah dirimu sendiri, kau bisa melihat dirimu dari sudut pandang dunia luar. Dan berpikir mereka selama ini memperhalus kenyataannya, hanya menepukmu dengan lembutnya. Dan mungkin kau akan menyadari mengapa mereka memperhalusnya. Jika kau memang benar-benar ditampar dengan keras, kau akan hancur berkeping-keping karena sedemikian rapuhnya.

Di saat kau merefleksikan dirimu di cermin, kenyataan yang tersirat dalam rupa bayanganmu di cermin bisa terkuak perlahan-lahan. Ya, kau mungkin merasa ditampar oleh dirimu sendiri, tapi menampar diri sendiri itu sungguh bisa dikontrol kekuatannya sehingga kekuatan tamparannya hanya untuk membangunkan dan bukan untuk menghancurkan. Karena kau yang memegang kendali atas semuanya, kesedihanmu, kerapuhanmu, dan kekuatan yang tersembuyi dalam dirimu.

Dan ketika kau bisa menerima rupamu yang sebenarnya, kini waktunya kau mengaburkan kembali kewarasanmu dan berbicara dengan bayanganmu sendiri di cermin. Katakan ia tak bisa terus-terusan begini, coba lihat sosoknya yang menyedihkan itu, begitu tidak bahagia padahal di sekelilingnya banyak potensi kebahagiaan lain yang menunggu untuk ia rengkuh kembali. Katakan ia begitu cengengnya, menangisi hal yang sedang ia merasa kehilangan untuknya padahal banyak tersisa hal-hal lain yang patut disyukuri dan dijaganya. Katakan meski langitnya selalu diliputi awan gelap, tapi langit di luar dunianya sungguh biru cerah luas tak terbatas.

Dan, pertahankan ketidakwarasanmu lalu tekankan ia harus berhenti meratap dan keluar dari kepekatan dunianya, bukan demi siapa-siapa tapi untuk dirinya sendiri, supaya wajah menyedihkan itu menjadi lenyap.

Kemudian terakhir, kembalikan kewarasanmu dan katakan bukan demi apa-apa, hanya saja kau ingin memperoleh senyummu kembali ๐Ÿ™‚ .

__________

**Selamat mencoba ๐Ÿ˜‰

๐Ÿ˜†

Advertisements

19 thoughts on “Mirror

  1. I hate seeing my self on the mirror, I can see those eyes, I can see that face.
    No matter how hard I try to put my best smile, I always end up turn my face away.
    I hate seeing myself on the mirror, because I couldnt recognize who’s that person I see looking back at me?

    ..And in the end of the day, that reflection is never able to smile, at all.

  2. ini masalah mirror2 on the wall khas cewe ya… ? ๐Ÿ˜†
    .
    mo ikut nimbrung nih meskipun saya cowo, biasanya cowo kan jarang ngaca, soalnya orang yang sering ngaca terkesan orang yg gak pe-de-an gitu . jadi biarlah para cewe aja yang sering ngaca di cermin yang ada di dinding itu.
    .
    eh tapi bukan berarti cowo gak pernah bercermin samasekali . biasanya cowo itu mulai ngaca ketika hendak nembak cewe untuk sekedar memastikan bahwa dirinya ganteng :mrgreen:
    .
    nah ketika bercermin saya hanya akan menemukan 4 kemungkinan terkait dengan diri saya :
    .
    .


    1.Yang saya dan orang lain sama-sama ketahui
    2.Yang diketahui orang lain, tapi tidak diketahui oleh saya
    3.Yang diketahui oleh saya, tetapi tidak diketahui oleh orang lain
    4.Yang tidak diketahui baik oleh orang lain maupun saya sendiri.

    .
    kalau lagi rajin lihat ke dalam saya pake saya ( bright side )dan orang lain ( dark side ) . tapi kalau lagi males saya pake orang lain yang berada di luar mind n body saya yang bisa berupa sahabat, temen, pacar , saudara, musuh, tetangga,anjing, kucing, ayam serta alam raya beserta isinya.
    .
    nah biasanya kesadaran saya sering bolak balik antara saya dan orang lain itu .
    .
    anda tau nomor berakah dari ke-4 kemungkinan itu yang sangat sulit dilihat dan diketahui dengan pasti…? ๐Ÿ˜€

  3. eh iya lupa itu gambar avatar pemilik blog ini bisa menjadi perwakilan atas reprensentasi dirinya gak…?
    .
    kalau ya, sepertinya kayak yang lagi depresi gitu ? :mrgreen:
    .

  4. menampar diri sendiri? kayanya belum pernah tapi jedokin pala ato mukul tembok sih kayanya cukup sering :p, malah sepertinya pernah juga minta ditampar oleh teman (secara harafiah) hanya untuk menguji masih kerasa sakit apa nggak dan ini bukan mimpi.

    menurut saya mampu ‘melihat’ diri sendiri dan ‘memperbaiki’ diri sendiri adalah 2 hal yg cukup berbeda. oke kita tau kondisi diri kita sekarang ini ga bagus dan bagaimana seharusnya yg baik. tapi kata2 dan saran tak semudah implementasinya kan? kadang kita ingin melakukan sesuatu padahal kita tidak ingin melakukannya (hmmm, it might sounds crazy but i dont really know how to explain it)

    dan ya, orang2 di sekitar mungkin bisa melihat ketidakberesan kita namun sedikit yg berani untuk ‘menampar’ kita, jangankan ‘menepuk’, mungkin banyak yg memperhalusnya lagi dengan menganggap kita baik2 saja, atau memberikan cermin ilusi dimana kita terlihat baik padahal sebenarnya itu palsu

  5. Kelebutan itu, mungkin baik, tapi mungkin juga tidak efektif. Karena ditepuk secara lembut, padahal mungkin seharusnya ditampar supaya sadar

    eee… malah jadi keinget obrolan kita tadi siang, dan barusan (sebelum saya ketiduran lagi). apalagi pas baca twitting sampeyan di widget samping itu =__=’

    karena dengan membayangkan ditampar itu sakit, saya takut nampar karena tau rasanya ditampar. jadi kayaqnya saya cuman jadi biang penyakit kencing manis, atau enak dikonsumsi dan ujung2nya bikin kencing batu. dan ternyata, meskipun mencoba untuk seratus dua puluh persen rasional, ternyata urusan emo ini tetep kebawa-bawa juga. dan seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai yakin bahwa ada yang mulai membaca cara saya merespon koq ๐Ÿ˜‰

    kalo masih melenceng, mohon pencerahan lagi…

  6. @ Takodok:
    Can a mirror lie?

    @ galihsatria:
    Silahkan ๐Ÿ˜€

    @ Frea:
    I hate seeing myself on the mirror because I can’t recognize my own expression there. Since my hollow mask is very tightly covering my face :P, I still put this face ๐Ÿ˜ on even though I am ๐Ÿ‘ฟ ๐Ÿ˜ฅ or ๐Ÿ˜ฆ .

    @ G3mbel:

    eh tapi bukan berarti cowo gak pernah bercermin samasekali . biasanya cowo itu mulai ngaca ketika hendak nembak cewe untuk sekedar memastikan bahwa dirinya ganteng :mrgreen:

    Ooo ๐Ÿ˜ฎ pantesan banyak cowok yang kepedean :mrgreen:

    tapi kalau lagi males saya pake orang lain yang berada di luar mind n body saya yang bisa berupa sahabat, temen, pacar , saudara, musuh, tetangga,anjing, kucing, ayam serta alam raya beserta isinya.

    ๐Ÿ˜ฏ saya ga pernah sespesifik ini sampai membayangkan diri saya sebagai anjing, kucing, bahkan ayam ๐Ÿ˜•

    anda tau nomor berakah dari ke-4 kemungkinan itu yang sangat sulit dilihat dan diketahui dengan pastiโ€ฆ? ๐Ÿ˜€

    hmm, yang no.2 dan no.4?

    eh iya lupa itu gambar avatar pemilik blog ini bisa menjadi perwakilan atas reprensentasi dirinya gakโ€ฆ?
    .
    kalau ya, sepertinya kayak yang lagi depresi gitu ? :mrgreen:

    Si Yin dari anime Darker Than Black ?? Ahahaha, mirip saya ga ya (thinking) . Emangnya keliatan kaya lagi depresi ya ๐Ÿ˜•

  7. ^
    Eee, aslinya dia kan memang Doll. Semacam media tempat dimasukkannya roh, tidak punya memori dan tidak punya emosi. Makanya matanya begitu, kosong tanpa emosi ๐Ÿ˜

    *we’re talking about Yin, not me ya ;)*

  8. @ itikkecil:
    Can a mirror lie?

    @ TamaGO:
    Bicara memang tidak sesulit pelaksanaannya sih :mrgreen:.

    kadang kita ingin melakukan sesuatu padahal kita tidak ingin melakukannya (hmmm, it might sounds crazy but i dont really know how to explain it)

    Rumit ya ๐Ÿ˜

    atau memberikan cermin ilusi dimana kita terlihat baik padahal sebenarnya itu palsu..

    Mungkin karena mereka tidak tega

    @ Kurotsuchi:
    Saya juga ga berani nampar orang, apalagi cowok ntar bisa ditampar balik saya :lol:.

    btw eh itu cuma my personal thought, kan kadang-kadang pikiran saya suka kurang waras melebar ke mana-mana dan bikin hal yang simple jadi makin rumit tuh. Kalau mulai melenceng ke mana-mana tolong ditunjukkan jalan yang lurus juga yak :mrgreen:.

    @ G3mbel:
    Tapi… tapi… kan dibadannya sudah ada roh yang merasuki ๐Ÿ˜ฎ . Hantu gentayangan ga bisa seenaknya masuk gitu aja dong.. ๐Ÿ˜

    *eXtra Lebay* ๐Ÿ˜†

  9. @G3mbel :
    Oh, itu metode Johari window ya? ๐Ÿ˜€
    MOngomong, si Yin itu memang representasi mbak Sukma somehow, sedih mbak, sulit di tebak. Seperti dirimu yang tampak datar tanpa yang lain tau perasaan aslinya seperti apa ๐Ÿ˜ฆ

  10. @ Snowie:
    *Nunjuk tag*

    cara tak waras
    please try this when you’re all alone

    ๐Ÿ˜†

    @ Frea:
    Kadang-kadang itu jadi keuntungan juga sih :cool:.

    @ Ali Sastro:
    Setuju \m/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s