雨が降ってる

Ada satu hal yang selalu terlintas di benakku ketika mendengar kumandang takbir yang menghiasi langit malam sebelum hari raya, yaitu kenangan akan mereka yang telah berpulang.

Ketika menyadari diri ini kini hanya sendirian, menatap layar komputer sambil membunuh waktu menjelang fajar, layaknya melewati seribu malam dengan penuh kilasan kenangan. Kenangan yang timbul tenggelam dalam batas kerapuhan yang nyaris menumpahkan hujan. Ketika rasionalitas itu datang akhirnya semuanya bisa ditahan, semuanya kembali tersimpan di sudut kenangan. Namun tak selamanya demikian, luapan hujan pun kadang tak tertahankan.

Dan aku sudah berjanji pada diri sendiri tak akan pernah lagi menampakkan wajah muram di hadapan orang-orang tersayang meskipun hatiku remuk redam. Karena mereka pun menanggung rasa kehilangan yang sama, tak hanya aku seorang yang merasakan kerinduan. Karenanya aku tak ingin memberatkan, biar saja kutumpahkan semuanya sendirian.

Kesendirian memang menyakitkan. Apalagi jika orang-orang lain tengah merasakan kehangatan kelengkapan orang-orang tersayang. Tapi apakah aku harus iri karenanya? Rasanya aku pun pernah mengalami kehangatan yang sama, dan kini pun diliputi kehangatan dalam bentuk lainnya.

Dan ketika langit kelam kembali hujan, biarlah semuanya tertumpah habis hingga awannya menghilang. Sehingga esok hari, ketika fajar menjelang, langit sudah bersih dari awan hujan, dan tiada lagi yang menghalagi matahari bersinar terang.

******

Kaori Hikita – Michiyuki (OST Loveless)

Advertisements