Thrifty Genotype

Thrifty Genotype, kalau secara harfiah diartikan sebagai genotipe hemat. Genotipe sendiri berarti “tipe gen”, yaitu tipe materi genetik yang miliki oleh individu atau populasi. Genotipe ini bisa berarti apakah orang atau populasi tersebut di DNA-nya memiliki mutasi atau normal.

Istilah thrifty genotype pertama kali dikemukakan oleh James V. Neel tahun 1962 [Neel et al 1962]. Istilah thrifty genotype ini mengacu pada genotipe-genotipe yang ditemukan dalam populasi manusia berkaitan dengan proses adaptasi manusia dalam menghemat energi dalam kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan, dalam hal ini terutama ketika kekurangan makanan.

Sebenarnya ide utamanya juga menyangkut proses migrasi manusia modern (Homo sapiens), yang jalurnya bisa dilihat di gambar ini:

Peta ini adalah jalur migrasi manusia modern menurut bukti-bukti DNA mitokondria (marka maternal) dan kromosom Y (marka paternal). Jika kita lihat, seluruh populasi manusia modern sekarang ini berasal dari sepasang nenek moyang yang sama (Out of Africa hypothesis). Analisis DNA mitokondria menunjukkan seluruh perempuan di muka bumi ini memiliki nenek moyang seorang perempuan yang hidup di Afrika sekitar 160.000 tahun yang lalu (disebut mitochondrial Eve), sedangkan kakek moyang seluruh laki-laki adalah seorang laki-laki yang juga hidup di Afrika tapi kemuculannya baru 60.000 tahun yang lalu (Y-chomosomal Adam) . Mengapa bisa berbeda jauh begini? Eee, ada hipotesisnya sih, tapi puanjaaaang :|. Lebih enak dibahas di satu postingan terpisah kali ya πŸ˜› *nanti kalo lagi ga males*.

Anyway, dari single ancestor ini kemudian keturunannya mulai bermigrasi ke berbagai tempat. Kalau kita lihat di peta, ada yang menuju ke bumi bagian utara menuju Eropa, ada juga yang ke Asia lalu menyebrang ke Amerika dan ada juga yang menuju kepulauan Indonesia lalu menyebrang ke Pasifik. Populasi-populasi itu dalam perjalanan bermigrasinya dihadapkan pada kondisi lingkungan yang berbeda, dan supaya bisa bertahan hidup mereka harus beradaptasi dengan berbagai cara terhadap kondisi lingkungan yang tidak bersahabat tersebut. Misalnya, populasi yang menuju daerah subtropis, mereka harus bertahan hidup dalam musim dingin sehingga harus lebih efisien menjaga suhu tubuh. Lain halnya dengan populasi yang bergerak ke arah selatan menuju Asia, Amerika, dan Pasifik. Lingkungan yang mereka hadapi umumnya memiliki temperatur hangat, tapi tantangannya adalah mereka harus menempuh perjalanan yang jauh, apalagi ketersediaan makanan pun tak selalu ada karena di jaman itu masih mengandalkan berburu dan mengumpulkan makanan. Alhasil, mereka harus lebih efisien mengolah energi dari asupan makanan yang serba terbatas itu.

Inilah yang mungkin menjelaskan ditemukannya banyak variasi pada DNA orang-orang yang tinggal di kontinen yang berbeda. Misalnya, tipe mutasi A banyak ditemukan di populasi Eropa dan tidak berasosiasi dengan penyakit apapun, sementara di populasi Asia meskipun frekuensinya rendah tapi mutasi itu menyebabkan penyakit. Dalam hal ini, mungkin bagi orang Eropa mutasi itu bersifat menguntungkan karena membantunya beradaptasi dengan lingkungan di sana, sementara untuk populasi lain justru malah merugikan.

Dalam kaitannya dengan thrifty genotype, mungkin sebenarnya di DNA kita sudah tersimpan mutasi-mutasi yang sesuai dengan pola hidup jaman purba. Di mana dari ketersediaan makanan yang terbatas tubuh bisa efisien menggunakannya sehingga tidak ada yang berlebih dan menumpuk menjadi timbunan lemak misalnya. Namun dengan berjalannya waktu dan berkembangnya beradaban manusia, dimana manusia mulai bertani, beternak, dan revolusi industri yang mengakibatkan makanan (relatif) melimpah dan terjaga sepanjang tahun (asal punya duit aja dah). Dan terjadilah perubahan gaya hidup, yang dulunya sering kelaparan sekarang jadi sering kekenyangan :P. Masalahnya, tubuh kita sudah teradaptasi hidup dalam situasi makanan yang terbatas, maka ketika kemudian kita makan lebih banyak muncul lah gangguan kesehatan, terutama kegemukkan (obesitas) dan kencing manis (diabetes mellitus). Dan resiko terkena penyakit itu akan makin meningkat jika tidak diimbangi olahraga dan menjaga pola makan.

Dan demikianlah thifty genotype itu, intinya di dalam DNA kita terdapat variasi yang merupakan hasil adaptasi yang menguntungkan manusia menempuh perjalanan panjang dari generasi ke generasi melintasi batas benua. Tapi ketika sekarang pola hidup berubah, variasi yang tadinya menguntungkan itu justru malah menyebabkan penyakit. Tentu saja ini baru hipotesis yang sampai sekarang masih dicari bukti-buktinya. Penelitiannya berkisar pada gen-gen yang berkaitan dengan obesitas dan diabetes, dan itu banyak sekali 😐 . Masih banyak yang perlu dipelajari, tapi menarik juga ya. Mengingat nenek moyang populasi Indonesia itu menempuh perjalanan jauh dari Afrika, berarti resiko kena penyakit diabetes dan obesitas apakah besar juga? dan apakah kita perlu kembali ke pola makan jaman purba? πŸ˜• *asli bercanda* πŸ˜†

Advertisements

10 thoughts on “Thrifty Genotype

  1. kalo diliat dari persebaran dan tampilan fisik, semakin ke ekuator semakin gelap warna kulitnya πŸ˜€
    mungkinkah adaptasi terhadap sinar matahari sepanjang tahun? πŸ˜• soalnya saya pernah denger kalo melamin itu mencegah kanker kulit? πŸ˜• cmiiw

    @ nurma : one liner smiley pula [-x

  2. @ Nurma:
    ^^a

    @ tajz:
    Hehe πŸ˜›

    @ Arm Kai:

    saya pernah denger kalo melamin itu mencegah kanker kulit?

    Yap, melanin memang mencegah kanker kulit :mrgreen:. Makanya orang yang hidup di tropis paling bagus berkulit gelap, supaya ga gampang kena kanker kulit. Tapi kebanyakan pengen kulitnya putih πŸ˜›

  3. Ini pertanyaan bodoh.So jadi menurut evolusi, lelaki muncul lebih dulu dibanding perempuan juga? Maksudnya perempuan ada setelaj lelaki, begitu? Anda the first human being is it a girl or a boy? :mrgreen: *penasaranbeneran*

  4. Dari bukti DNA ini cuma dibilang nenek moyang populasi perempuan itu muncul lebih dulu (~160.000 tahun yang lalu), sementara nenek moyang laki-laki muncul belakangan (~60.000 tahun yang lalu). Tapi tidak bisa dipastikan kalau manusia pertama itu adalah perempuan ataupun laki-laki. Karena kita belum bisa mengetahui apa yang terjadi sekitar 200.000 tahun yang lalu sampai-sampai hanya satu perempuan dan laki-laki yang bisa mewariskan gen-gennya sampai ke generasi sekarang. Bisa jadi, sebelumnya mungkin sudah ada populasi manusia, tapi karena satu dan lain hal (yang tidak diketahui) mereka punah, dan hanya satu individu “Adam” dan “Hawa” ini lah (keduanya dinamakan demikian :P) yang bisa survive dan mewarsikan gen ke keturunannya hingga sekarang :mrgreen:.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s