Astray

Ketika memejamkan mata, yang nampak hanya kegelapan. Jika aku dalam kegelapan, yang nampak adalah bidang lapang tak berbatas yang menyembunyikan apa yang memang ingin aku hiraukan.

Awalnya memang hitam pekat, tapi kemudian aku bisa membayangkan sebuah sulur tak beraturan, dan lama-lama menjadi labirin yang menyesatkan. Semakin aku telusuri, labirin itu makin terlihat rumit dan sulit mencari jalan keluar.

Aku terjebak…

Aku frustrasi dalam kebuntuan…

Dan aku kecewa mengapa terjebak di sini… dan sendirian…

Bahkan Dia tidak menolong, tidak memberi tahu di manakah jalan keluar

Dan aku berkeluh kesah… di manakah Dia ketika aku membutuhkan-Nya?

Tapi sesungguhnya… di manakah aku ketika aku membutuhkan-Nya?

Advertisements

2 thoughts on “Astray

  1. mbaca judulnya, saya langsung kebayang side story-nya Gundam Seed Astray 😆

    err… mengenai isi tulisannya, rrr…..

    di manakah Dia ketika aku membutuhkan-Nya?

    konon ada di mana-mana 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s