Time Capsule

Beberapa hari belakangan ini, satu lagu yang terngiang-ngiang terus di kepala dan membikin saya penasaran mencari liriknya adalah lagu Time Capsule yang terdapat dalam album perdana Flumpool. Yap, jejepangan seperti biasa ;). Berhubung kemampuan pendengaran dan menyimak bahasa Jepang amat sangat terbatas, saya hanya bisa mengerti sekelumit liriknya saja. Tapi susah dicari, bahkan lirik kanjinya pun belum dapat :|.

Anyway, satu hal yang membuat saya tertarik adalah Time Capsule atau kapsul waktu itu sendiri. Saya teringat pernah membacanya di salah satu manga atau nonton anime yang saya lupa apa itu judulnya, di mana ada seseorang yang menaruh buku harian, surat-surat, kartu pos, atau mungkin kertas ujian 😆 di dalam sebuah kotak kaleng. Setelah diberi nama pemilik dan tanggal pembuatan, kotak tersebut di kubur di suatu tempat, kalau tak salah di cerita tersebut adalah di bawah pohon besar. Lalu, sekitar 10 tahun kemudian kotak itu digali kembali, bukan oleh si empunya karena ia sudah meninggal dunia, tetapi oleh anaknya. Jadi bisa dibilang, kapsul waktu adalah cara berkomunikasi dengan masa depan, apa yang terjadi di masa kini lewat benda kenangan akan memberikan pesan kepada orang yang menggalinya di masa yang akan datang.

Hal inilah yang muncul di kepala saya ketika mencari judul untuk blog tumblr yang baru saya buat seminggu yang lalu.. Time Capsule dengan tagline messages for the future.

Woaah.. keren, boleh juga tuh. Kesannya blog tersebut akan menjadi kapsul waktu saya yang menyimpan kenangan di masa kini dan nanti bisa saya baca di hari-hari dan tahun-tahun mendatang. Tentunya tidak akan dihapus! :lol:. Meskipun alasan utama membuat akun ini hanya lah iseng-iseng dan penasaran tumblr itu seperti apa sih. Hanya angin-anginannya saya, seperti dulu iseng membuat akun myspace, imeem, multiply, dan lain lain yang sekarang pun saya tak ingat username maupun passwordnya :P.

Bisa jadi blog tersebut hanya akan menjadi tempat sampah saya saja, dan sekarang pun kepikiran demikian. Kalau biasanya saya menyampah di akun twitter, yap akun twitter saya yang pertama, kalau yang baru ini mah belum ada apa-apanya :P. Memang twitter lama adalah tempatnya “my random thoughts” tempat mendokumentasikan ide-ide, pikiran-pikiran aneh, atau sekedar keluh kesah maupun curahan kebahagiaan yang sepele.

Oleh karena itu tumblr yang ini akan saya fungsikan menggantikan twitter, tau kenapa? kenapa saya tak menyampah di blog ini saja? Karena untuk saya, micro-blogging adalah tempatnya menyampah hal-hal yang tak penting yang ditulis hanya sekedar melegakan perasaan saja atau memuaskan keisengan saja :mrgreen:. Karenanya tak perlu lah dikomentari, toh isinya sangat amat sepele sekali :lol:.

Tapi kemudian teringat chatting dengan teman saya sekitar hari rabu atau kamis yang lalu gitu.. lupa saya. Teman saya itu punya ide setelah membaca komentarnya TamaGO di posting Veronica Memutuskan Mati.

rutinitas yg sama (bangun,beraktivitas(makan,kerja,jalan2), tidur, bangun lagi …) bukan berarti menjalani hidup yg sama lho. Jika diamati isi dari tiap hari itu beda dan punya keunikan tersendiri. If you cant find something special in your day, then make it 😀

Tapi kemudian masalahnya adalah, seperti jawaban saya di bawahnya..

Karena sudah menjadi rutinitas, kadang semuanya tampak sama meskipun sebenarnya banyak detail yang beda sih 😀

Menurutnya mungkin memang demikian, karena sudah menjadi rutinitas kadang hal-hal unik di setiap harinya yang sesungguhnya ada, tapi tidak terpatri dalam memori kita dan menghilang dengan berjalannya waktu. Karena ingatan sepele itu hanya lewat sebentar di memori jangka pendek lalu terlupakan, sedangkan di memori jangka panjang yang membekas hanya hari-hari yang begitu-begitu saja. Karenanya, rasanya kita perlu menuliskannya dan mendokumentasikannya. Sewaktu-waktu ketika kita merasa suntuk dan jenuh karena merasa hidup statis seperti di dalam dunia yang hitam putih, kita bisa membaca catatan itu dan tersadar bahwa ada warna-warna lain meskipun sedikit dan lemah, tapi hari-hari kita tak pernah sama.

Dan yap, Time Capsule mencuat dalam pikiran saya! \m/. Tulisan yang bersifat pribadi di dalam buku harian, jurnal, atau kalau kata teman saya ini.. coba bikin catatan pendek dalam bentuk poin-poin sederhana, karena biasanya males kan kalau menulis panjang-panjang :lol:… semuanya adalah bentuk kapsul waktu yang tidak dikubur tetapi menghantarkan pesan ke masa depan. Dan semacam blog, twitter, plurk, atau tumblr, juga merupakan kapsul waktu. Blog lama yang sudah dihapus itupun menjadi kapsul waktu dalam arti yang sebenarnya, karena sudah wafat dan terkubur di dalam RSS feed saja :lol:.

Anyway, demikianlah akhirnya saya punya rumah yang lain. Kapsul waktu yang lain, kalau bisa dibilang begitu :P. Saya tak menjamin akan eksis selamanya di sana… atau di sini… :lol:. Karena sesuai dengan tagline di side bar ituuu *nunjuk Mizzy is.. *

Datang tak dijemput, pulang tak diantar.

Saya menyadari eksistensi saya sering timbul tenggelam, kadang muncul tapi kadang hilang. Hilangnya pun tidak bilang-bilang, tau-tau blog sudah ga ada. Karenanya saya muncul jika ingin dan tak perlu diajak, dan kalau ingin pergi saya akan menghilang begitu saja tanpa diantar :mrgreen:.

Advertisements

10 thoughts on “Time Capsule

  1. saya follooowwwwww :mrgreen:

    saya juga punya niat punya catatan pribadi, tidak dipublikasi tentunya. Tapi disiplin menulis ini yang susah… *sigh*

    time capsul… malah inget Knowing 😀

  2. Dulu waktu kecil pernah juga ngubur kaleng(entah bisa dibilang time capsule apa nggak soalnya isinya nggak penting hehe) di pohon deket rumah (ng… ga gitu deket juga sih) dan pas udah aga gede teringat kembali dan mau ngambil, si pohon udah nggak ada dan tempat itu sudah jadi trotoar :p

    @Tako : di Knowing keren euy time capsulenya

  3. selamat atas kelahiran blog barunya…
    hmmm… Tumblr ya, blom pernah kepikiran buat bikin blog di sana…
    *garuk-garuk dagu*
    mungkin bisa dipertimbangkan 😀

  4. saya malah lebih tertarik dengan konsep life capsule, seperti yang pernah diucapkan seseorang di tivi (saya lupa namanya), bahwa kita hidup dalam kapsul-kapsul kehidupan masing-masing…

    Saya teringat pernah membacanya di salah satu manga atau nonton anime yang saya lupa apa itu judulnya, di mana ada seseorang yang menaruh buku harian, surat-surat, kartu pos, atau mungkin kertas ujian…

    bukan di doraemon kan ya? atau di Knowing? 😐

  5. @ Takodok:
    Saya menulis curhatan pribadi di saat tertentu sajah. Makanya kalau saya baca kembali itu catatan tidak ada rasa hepi-hepinya 😆

    I’ve followed you back 😀

    @ TamaGO:
    Asal isinya jangan duwit aja deh, terpakasa diikhlaskan deh kalo ga bisa diambil balik 😆

    @ Felicia:
    Makasih 😀

    @ Frederick Mercury:
    Lupa saya judulnya apa 😕

    Kayaknya seri komik serial cantik mungkin ya, soalnya ada cerita cinta-cintaan gitu deh :mrgreen:

  6. Pingback: Tempat Sampah « Time Capsule

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s