Untitled

Aku ingin membuat kue brownies

Tapi tak punya oven

Aku ingin merajut syal

Tapi tak punya benang

Aku ingin menulis puisi

Tapi tak punya pena

.

Tapi toh aku memang tak bisa bikin kue

Tapi toh aku memang tak bisa merajut

Tapi toh aku juga tak bisa bikin puisi

.

Aku bisa masak mie rebus pakai telor

Dan aku punya panci

Aku bisa membuat origami

Dan aku punya kertas

Aku bisa membuat prosa aneh

Dan aku punya komputer

.

Aku bisa memberikan apa yang aku bisa beri

Advertisements

9 thoughts on “Untitled

  1. Haha. Awalnya tak berdaya, kemudian apologetik terus membanggakan diri sendiri dan merasa komplasen. Tapi di komentarnya merasa tak berdaya lagi. Satu-satunya cara untuk mengakali ketidakberdayaan memang adalah dengan menerima ketidakberdayaan itu sebagaimana adanya; seolah-olah kita tak perduli bahwa kita tak berdaya, dan karenanya kita seolah-olah menjadi lebih berdaya di hadapan ketidakberdayaan itu.

  2. Tapi tak punya oven

    Nyolong. 😎

    Tapi tak punya benang

    Beli domz. 😎

    Tapi tak punya pena

    Pinjem. 😎

    Tapi toh aku memang tak bisa bikin kue
    Tapi toh aku memang tak bisa merajut

    Yaelah kursus di tempat kursus kilat di pojokan kilat aje neng. Sebulan juga jadi, cuman 100 ribu per bulan. 😀

    Tapi toh aku juga tak bisa bikin puisi

    Minta ajarin Gentole. 😎 Masalahnya dia rada kapitalis, jadi bayarannya mungkin mahal. 👿

  3. saya pengen betulin kancing yang lepas ==> tapi nggak punya benang sama jarum

    saya pengen menulis, menulis, dan menulis ==> tapi saya nggak bisa mikir, sepertinya kena disleksia kombo: visual-auditori. maka tulisan saya kacau balau, seolah kehilangan substansi.

    saya pengen punya habitat yang rapi dan bersih ==> tapi saya kelewat malas untuk mengawali. saya memang cekak determinasi. indecisive.

    jadi bu sukma sepertinya masih bisa tenang. pos saya lebih rawan soalnya :mrgreen: 😆

  4. Saya sering bisa menemukan banyak ide dengan komputer dan internet. Sayangnya sebagian besar akhirnya hanya tergolek di sudut-sudut kelam memori saya. Bagian yang saya rasakan paling sulit adalah bagaimana mengubah imajinasi itu menjadi kenyataan.
    .
    Mudah-mudahan segera mendapatkan oven, benang dan pena. :mrgreen:

  5. @ Gentole:
    Betul sekali 😀
    Senangnya ada yang mengerti tulisan aneh saya 😥 *terharu*

    @ TamaGO:
    Tapi saya memang tak bisa bikin puisi 😦

    @ Lambrtz:
    Nyolong itu dosa 👿

    @ Frederick Mercury:
    Ketidakberdayaan itu amatlah personal bagi orang perorang. Misalnya buat mas kuro tidak bisa bikin brownies bukanlah masalah besar, tapi buat saya itu jadi kekurangan yang amat sangat.. misalnya. Misalnya kalau pacar saya selalu menyinggung-nyinggung brownies buatan mantannya yang enak banget :lol:.

    Sama halnya dengan ketidakberdayaan mas kuro

    saya pengen menulis, menulis, dan menulis ==> tapi saya nggak bisa mikir, sepertinya kena disleksia kombo: visual-auditori. maka tulisan saya kacau balau, seolah kehilangan substansi.

    Misalnya saya pun sedang ga punya ide untuk nulis, tapi berhubung buat saya itu bukanlah hal yang serius, ya ga terlalu diambil pusing juga jadinya. Karena sudah berniat hiatus misalnya :mrgreen:

    @ Lambang:

    Bagian yang saya rasakan paling sulit adalah bagaimana mengubah imajinasi itu menjadi kenyataan.

    Bechul!! \m/ 😛

    @ 安藤君:
    Here comes Jaelangkung \m/

    @ Parto:
    Nimbrung juga ga apa-apa :mrgreen:
    Saya pun pernah jadi blog-walker yang ga punya blog 🙄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s