Tentang Memancing

Apalah yang paling disuka pemancing, selain yang namanya ikan segar. Tentulah setiap pemancing punya tipe ikan kesukaan, ada yang demen yang kecil, imut, dan penuh warna warni, atau sejenis ikan padat penuh daging. Tentunya soal selera itu tak bisa dibandingkan antar pemancing per pemancing, ya namanya setiap kebutuhan itu berbeda pada masing-masing pemancing. Begitulah, pada hakikatnya samudera itu berisi berbagai macam jenis ikan. Nah terserah pemancing mau mencari yang seperti apa, atau begini… tergantung si pemancing dapat yang seperti apa.

Tapi yang namanya urusan pancing-memancing itu bukan perkara mudah namun juga bukan perkara sulit juga. Kalo kata pemancing berpengalaman mah semuanya tergantung umpan yak. Jika umpan tepat, maka tinggal nunggu aja disamber ikan. Tapi kan ada juga tuh dua pemancing yang umpannya boleh dibilang sama, tapi yang satu umpannya dicemplungin sebentar eh udah langsung dikerubutin sama ikan. Sementara yang lain kalo kasarnya mah dibilang apes, itu umpan cuma dilewatin doang sama si ikan. Nah itu tuh bedanya di mana? πŸ˜•

Bisa jadi masalah selera ikan terhadap umpan pun berlainan. Ya ikan dengan spesies berbeda pastinya punya selera berbeda terhadap jenis pakan. Meskipun sesama ikan punya kesamaan selera, dan biasanya para pemancing menggunakan selera umum itu sebagai umpan. Tapi ada kan tuh ikan yang picky, yang bisa dibilang anomali karena ga suka sama makanan ikan :lol:. Nah, ini mah perlu treatment khusus kayaknya. Urusan pilah-pilih umpan (katanya) bergantung pada banyaknya pengalaman. Pemancing yang sekali pasang umpan dan disamber ikan, hanya mengetahui bahwa satu umpan tersebut bisa menarik minat ikan. Tapi pemancing yang berkali-kali dicuekin umpannya atau bahkan dicabik-cabik itu umpan *sadis bener yak, mancing ikan hiu kali yak πŸ˜• *, ia bisa tahu banyak bahwa jenis umpan A, B, C,… dst tidaklah disukai. Sampai akhirnya ketika ia mencoba lagi memakai umpan yang lain dan terbukti disamber ikan, maka ia pun mendapatkan ikan plus pengetahuan tentang jenis-jenis umpan yang dijamin tidak laku dipasaran :lol:.

Nah, itu kan jika dipandang dari jenis umpan. Hal yang tak kalah penting dalam pancing-memancing adalah teknik si pemancing itu sendiri. Katanya begitu.. πŸ˜† saya pun tak tempe karena ga pernah mancing. Nah kalo umpan sudah dipasang di mata kail dan dicemplungin ke empang tapi didiemin aja, rasanya tidak akan terlalu menarik perhatian ikan. Ikan akan berpikir itu cuma benda mati doangan, lha cuma mengambang-ngambang ga jelas seakan-akan tidak punya kehidupan. Umpan itu harus bergerak, hidup, menari-nari dengan lincahnya di dalam air. Dan (katanya) yang namanya talik-ulur itu sedemikian penting dalam menunjang pergerakan umpan di dalam air. Well, soal ini sebaiknya didiskusikan ke sesama pemancing saja deh :lol:. Soalnya, saya tak pernah menjadi pemancing makanya tidak tahu bagaimana teknik tarik-ulur yang terbukti ampuh memancing ikan :P.

Tapi mungkin saya bisa menyelami pikiran ikan ketika ia melihat umpan. Soalnya saya kan ubur-ubur, yang meskipun tak pernah dipancing dengan kail tapi setidaknya saya sering bercakap-cakap dengan ikan tetangga :mrgreen:. Andaikata saya menjadi ikan yang sedang bebas-bebasnya berenang-renang di lautan ketika melihat seonggok umpan, belum tentulah saya tertarik, jika: umpan itu malas bergerak, tidak terlihat menarik di mata saya. Nah soal menarik-tidaknya itu lah yang amat relatif ukurannya. Karena selain ditentukan oleh wujud fisik si umpan, bisa jadi karena lincah-tidaknya tarik ulur itu. Di mata ikan tarik-ukur bisa menarik perhatian, bisa juga bikin ikan males. Apalagi jika tarik-ulurnya sedemikian rusuhnya, kan ikannya jadi meragukan nih umpan kepingin disamber ikan ga sih :lol:. Dan ketika si ikan melihat umpan yang menarik, apakah akan langsung menyambar? Nggak juga ternyata :lol:, ada jenis ikan yang amat berhati-hati, bahkan ada juga yang bingung sendiri tak tau jenis umpan yang ia suka mungkin :|, tapi ada juga jenis ikan yang langsung nyamber saja. Dan ikan bisa demikian setianya, dan juga bisa demikian kejamnya sampai berontak memutus tali pancing. Ya sing sabar yo para pemancing :P. Ikan pun punya hak pilah-pilih demi kebahagiaannya sendiri *lho* :mrgreen:.

Tapi ini kan soal pemancing individual yang berjuang dengan pancingan tunggal, eeh ada juga yang memakai lebih dari satu pancingan :roll:. Yah ini mah terserah deh :mrgreen:. Hanya sebagai peringatan saja buat si ikan untuk bertindak hati-hati dalam menyambar umpan. Jangan sampai terpancing oleh dua mata kail sekaligus atau bahkan lebih, bisa robek itu mulut si ikan :lol:.

Tapi yang agak mengganggu sebenarnya bukan para pemancing konvensional macam ini, tapi penjaring yaitu yang menggunakan jaring macam pukat harimau ektrimnya untuk meraup berbagai jenis ikan. Yah sebagai ikan, yang punya harga dan posesif, biasanya merasa tidak ekslusif ketika dirinya terjaring bersama dengan ikan-ikan lain. Ikan yang berperasaan peka biasanya suka membanding-bandingkan, eh kok dia dijaring sama ikan lain yang wujudnya ga banget begitu :?. Begitulah, karena biasanya si ikan sadar dirinya tidaklah menjadi target utama, tidak spesial, tidak sedemikian diharapkan oleh si penjaring. Karenanya ada ikan yang meloncat kembali ke lautan, tapi ada juga yang berada di atas perahu bersama dengan ikan lain di dalam ember sang penjaring. Saya tidak tahu mana yang “dibenarkan”, toh bukankah kita kadang “membenarkan” sesuatunya :|.

Kalo dipikir-pikir memancing di lautan luas itu kan lumayan sulit, terutama dalam mencari jenis ikan yang diinginkan, mungkin karena terlampau tinggi kenanekaragamannya ya. Pernah juga ada yang berujar, eh ke pemancingan aja yuks mancing ikan mas… misalnya begitu. Atau ke kolam atau empang yang ikannya sudah dibina… Jikalau demikian akan memperbesar kemungkinan didapatkannya jenis ikan yang diinginkan, tapi ya kalau urusan umpannya bakalan disamber ikan atau nggak, ga tau juga ya… :roll:.

πŸ˜†

*ditimpuk ember*

*bletak*

Pikiran kembali ke dunia nyata

😎

Advertisements

6 thoughts on “Tentang Memancing

  1. saya urut kata demi kata, lalu saya lacak balik ke bagian tags-nya. biasanya yang macam begini ini ada maksud terselubungnya, tulisan ini cuman kiasannya =))

    jadi inget pas diajak pas boss mancing malam-malam di laut dalam. enggak dapet ikan satupun, tapi umpan saya selalu ilang. pulang kemaleman, dan warung2 udah pada tutup. walhasil mancing itu cuman membawa mudhroto dowangan =))

  2. memancing itu hal yang mengasikan ternyata selain melatih kesabaran, kejelian dan kepiawayan, memancingpun ternyata mengajarkan banyak hal tentang pentingnya suatu proses πŸ˜€ , selain itu dalam memancing berarti kita belajar menikmati suatu permainan yang mendebarkan/ mematju adrenalin terutama ketika umpan itu udah mulai di sambar oleh si ikan πŸ˜€ , wuaaah senengnya bukan alang kepalang :mrgreen:
    .
    cuma memancing pun ada pantangannya misalnya jangan memancing saat mata mengantuk, atau kondisi badan gak fit, atau memacing di tempat-tempat terlarang yang ikan-ikan buas dan beracun πŸ˜†
    .
    dan ada satu lagi yang mesti di hindari oleh para pemancing yaitu jangan memancing di air keruh…!!! πŸ‘Ώ πŸ˜† , udah mah gak asik truzz gak indah pulak πŸ˜†

  3. @ Frederick Mercury:

    biasanya yang macam begini ini ada maksud terselubungnya, tulisan ini cuman kiasannya =))

    Ahahahhahha… *ups* πŸ˜›

    Ya, soal urusan tafsir-menafsir saya serahkan sepenuhnya pada pembaca. Toh saya hanya menyajikan hidangan pangsit rebus saja :mrgreen:.

    walhasil mancing itu cuman membawa mudhroto dowangan =))

    Lah iya, langsung mancing di lautan malam-malam pulak. Untuk yang belum terbiasa memancing, medan seberat itu jelas sulit ditaklukkan :mrgreen:.

    @ G3mbel:
    Memancing memang melatih kesabaran. Yap, saya setuju itu mengajarkan kita tentang pentingnya suatu proses. Meskipun tidak belum dapet ikan, tapi dapat pengalaman tentang pancing-memancing :D.

    dan ada satu lagi yang mesti di hindari oleh para pemancing yaitu jangan memancing di air keruh…!!! πŸ‘Ώ πŸ˜† , udah mah gak asik truzz gak indah pulak πŸ˜†

    Dan ga jelas ikan yang ada di dalam perairan itu ikan atau bukan πŸ˜† jangan-jangan ntar dapet sendal jepit doangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s