Terbirit-birit

Berhubung sedang banyak kerjaan, minggu kemarin itu saya sempat menyusun jadwal kerja supaya efektif dan efisien sehingga tak ada waktu yang terbuang. Yang setelah saya tunjukkan ke rekan kerja, dia langsung  berseru “Wuah, parah lu! Kerja rodi itu!” :lol:. Berhubung saya dibantu oleh anak-anak magang, tak tega juga saya maksa mereka terbirit-birit bersama saya. Jadi ya kita masing-masing aja jadwalnya, mereka lari-lari kecil, saya sprint :lol:.

Dengan semangat dan penasaran apa jadwal sepadat itu bisa terpenuhi, saya cobakan di dua minggu ini. Hasilnya? Tidak bisa pulang tepat jam 6 sore, malah pernah baru selesai jam 9 :lol:. Tapi kan masih penasaran, mungkin kalau datang lebih pagi saya bisa menyelesaikan lebih awal. Dan memang bisa selesai jam setengah tujuh, tapi habis itu badan saya pegal-pegal tak karuan :lol:. Malahan teman saya besokannya tidak masuk gara-gara kami lari terbirit-birit memenuhi deadline :P. Kesimpulannya, jadwal saya tidak manusiawi, karena tidak memperhitungkan waktu yang dibutuhkan untuk duduk, ngemil sambil ngobrol dengan sesama manusia:P.

Meskipun demikian, puas sekali melihat kerjaan banyak yg bares. Tapi ya itu cuapek luar biasa :lol:. Memang sudah konsekuensinya :mrgreen:.

Dan kemudian saya menyadari satu hal.. jika saat ini saya lari sprint dengan kecepatan tinggi, selayaknya lari cepat yang biasa menempuh jarak relatif pendek. Misal sekian ratus meter bisa ditempuh sekian menit. Atau 200 sekian sampel bisa dikerjakan dalam 2 minggu. Tapi masalahnya jarak tempuhnya ternyata tidak sependek itu :lol:. Setelah ini ada yang lain, lalu ada yang lain lagi, dan yang lain lagi… jadi kan, sudah kecapean di awal :|.

Tapi kemudian jadi kepikiran begini, jika di 200 meter pertama semoga tubuh sudah terbiasa berlari dan menganggap itu tidak seberat ketika saya belum  pernah mencobanya. Kan jadinya 200 meter selanjutnya bisa ditempuh dengan lebih ringan, jika kecepatannya konstan. Jadinya jika bulan ini biasa pulang jam 8 malam, bulan depan semoga jam 6 sore sudah selesai \m/.

Hahhahahaha… *sesi bingung sendiri*

Advertisements

5 thoughts on “Terbirit-birit

  1. Maksudnya, mau sambil berlatih meningkatkan ketahanan tubuh dan otak tuk bekerja lebih berat pada kecepatan yang sama (atau ikut2an meningkat juga)? Rasanya kok brutal… 😐

    Nak, jangan terlalu kejam pada dirimu sendiri. Pekerjaan itu tak ada habisnya, tapi waktu dan tenagamu bisa habis. 🙂
    Yah, pokoknya cukup tidur dan bergaul ya! 😉

  2. @ Takodok:
    Sip sip 😉

    @ Jensen:
    FYI/ Sehari setelah membuat postingan ini, saya langsung tumbang 😆

    Ya, ya.. memang ga boleh kejam pada diri sendiri. Yang lebih kejam lagi, anak magang yang kerja bareng saya pun ikutan sakit di hari yang sama :(.

  3. kalo miss-kalkulasi dan target ga kecapai, masih ada peluang masuk dalam buku sejarah/mitologi, koq. misalnya saja yaa kasus Achilles versus kura2 itu 😛

    btw, saya sudah enggak bisa nyusun jadwal. outstanding bejibun, cekak escort dari divisi saya sendiri. jadi ya saya kepaksa main solo, single play, ntar urusan ditagih saya manaj belakangan saja lah :mrgreen:

  4. Ga kepengen sampe masuk buku sejarah =_=

    Ya, jadwal saya berantakan semua juga. Malah tepar, payeh 😆

    Untung ga single play, kerja team sekarang *tumben*. Tapi dudulnya setim malah sakit semua 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s