Tinggi-Rendah

Ketika ada orang yang menganggap posisimu tinggi, dan kau pun merendah karena merasa tidak setinggi itu. Kenapa begitu?

Karena orang lain menanggap posisi tinggi yang sekarang kau jejaki adalah dengan menambahkan sesuatu di kaki mu, sehingga kau pun semakin tinggi dengan bertumpu pada hal-hal yang sudah kau tapaki diatas kakimu.

Tapi bagi orang yang mengalami, posisi tinggi itu mengakibatkan beban berat semakin dijejalkan di atas pundaknya. Kalaupun ia tinggi, tapi beban itu membuatnya kembali amblas ke bawah dan menjejak bumi, malah amblas sampai ke sumur dalam nan sukar didaki kembali :P. Maka ketika dianggap tinggi, dia akan berujar.. “ah, tidak kok…” dan merendah dengan segala curcol-an beban barunya :lol:.

Tapi mungkin dengan demikianlah semua manusia akan saling menghargai kesamarataan posisinya…

Toh tinggi-rendah, atas-bawah… apakah itu semua benar-benar ada?

Advertisements

3 thoughts on “Tinggi-Rendah

  1. @ oglek:
    Baik yang duduk maupun berdiri, sama saja :mrgreen:

    @ Asop:
    Di atas langit masih ada langit, di bawah permukaan bumi masih ada inti bumi πŸ˜›

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s