Ingin

Aku ingin lenyap, seperti asap, seperti hantu… hilang, tidak dihiraukan… Seperti ubur-ubur yang dipermukaan tampak transparan…

Jika dulu aku punya jurus jitu untuk menghilang, yaitu hanya dengan diam mengendap-ngendap. Tapi entah kenapa sekarang mereka jago juga, masih melihatku dan menarikku untuk tampak padahal aku sudah bisu sepenuhnya. Dengan hanya bicara seperlunya, justru dengan diamku mereka malah makin mengajakku menampakkan diri.. hadoooh 😐

Harusnya senang yak, karena eksistensiku yang dari jaman kapan tau tak pernah aku anggap pusing, sekarang tidak jadi manusia transparan dengan diamku.. sekarang sepenuhnya aku dianggap sebagai PENDIAM.

Buruk? Tidak? Trus kenapa?

Aku cuma pengen cerita, karena caraku menuangkan pikiran adalah dengan menulis ini itu tak karuan, dari pada bicara nyerocos yang pada akhirnya cuma membuat aku semakin lelah.

Ya sudahlah.. 😳

__________

*jangan dianggap serius, hanya sedang kumat penyakit intovertnya 😆

Advertisements

6 thoughts on “Ingin

  1. maka tulislah semua yang km rasakan jika itu bisa membantumu lebih baik. tiap orang kan berbeda, ada yang bisa dengan mudah mengatakan setiap masalahnya tapi ada juga hobi memecahkan sendiri tiap masalah. tapi terkadang berbagi dengan teman terdekat yang kau percayai bisa sedikit membantu melepas beban di pundakmu 😉

  2. @ Rukia:
    Hoo ya, tenkyu sista ;). Kalau lagi mood nulis maka saya akan menulis panjang lebar. Tapi repotnya kalau kepala sedang penuh dengan pikiran, sementara mood nulis tak datang-datang.. ya susyah 😐

    @ Arm:
    jadi begini doms,

    Aku ingin menyublim, seperti kapur barus…
    Perlahan-lahan-lahan menjadi kecil… kecil… dan lenyap…

    😆

    *ngaco*

  3. ………
    ……

    Saya masih bisa menghilang dari kerumunan orang tanpa disadari yang lain…. 😀

    *kabur krn OOT*

  4. masalah yang sama ya kk
    kadang pingin diem aja kalo lagi kumpul sama orang2
    tp terusnya malah dicap pendiam
    atau kalau sama yang sudah akrab pasti ditanya, kenapa?
    cuma pingin diam aja kok susah ya 😀

  5. @ Asop:
    Saya juga kepengen begitu, timbul-tenggelam tanpa disadari orang lain 😐

    @ Felicia:
    Nah, repot kan. Jadi serba salah. Yang repotnya kalo diem disangka lagi marah, saat ditanya “kenapa?” dan dijawab “ga kenapa-kenapa” malah lebih disangka lagi marah *curcol* 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s