I’m Here Waiting For You

Soal urusan menunggu, aku itu tipe orang yang bisa sabar dalam jangka waktu tertentu. Tapi jika yang ditunggu belum nampak batang hidungnya, suatu ketika aku bisa memutuskan untuk berlalu. Tapi soal putus-memutuskan, kapan harus masih tetap tinggal atau pergi menyambar kesempatan lain, bukanlah perkara mudah. Kadang ragu jangan-jangan yang ditunggu sebentar lagi akan datang.

Seperti halnya semalam, ketika menunggu di Grogol di tengah rintik hujan gerimis. Sejak awal kuniatkan menanti sosok seorang sebuah bus AC 33, yang kalau malam-malam begitu biasanya kosong sekali, mana dingin, cocok buat tidur atau cuma bengong melihat ke luar jendela.

Menunggu… 20 menit… 30 menit… 45 menit… tapi bus yang aku nantikan belum nampak batang hidungnya. Entahlah, mungkin hanya Tuhan dan supir bus yang tau kapan itu bus akan lewat depan hidungku :mrgreen:. Sementara beberapa bus reguler non AC yang juga rutenya sama, nampak berseliweran terus di depan mata. Hanya saja tidak sesuai kriteria, mereka adalah bus yang penuh sesak dan panas. Tak sebanding dengan kenyamanan yang ditawarkan bus yang aku nantikan… Tapi busnya belum datang juga :(.

Aku mencoba sabar… tapi sampai kapan? Sementara usia malam semakin larut, aku harus tiba di tempat tujuan. Semakin lama dinanti, malah semakin berpikir dia tak akan datang. Dan aku harus memutuskan!!

Aku teguhkan tekad untuk naik bus selanjutnya yang akan datang, tak perduli meskipun itu bus yang penuh sesak dan panas. Aku harus berangkat! Tidak lagi menyia-nyiakan waktuku! Toh soal kriteria itu bisa aku gesar-geser seenaknya, karena yang membuat seseorang merasa nyaman adalah tak lain hanya dirinya sendiri.

Bus pun datang, yang kulihat dari kejauhan adalah bus tanpa AC yang lumayan penuh. Yah sudah, daripada aku semakin terlambat. Dengan tanpa lihat kanan kiri dan belakang, tujuanku hanya menuju pintu bus itu. Setelah aku naik, geser sana geser sini, gempet-gempetan dengan penumpang, tak sengaja aku menoleh ke belakang. Dan tampak sosok bus yang ku nantikan tepat di belakang bus yang aku naiki :(.

Tanpa daya, karena terjepit di tengah-tengah, mau turun pun tak bisa. Akhirnya hanya mengutuki diri sendiri yang tak sabar menanti, bahkan untuk beberapa menit. Atau ketika ingin naik mataku tetap tertuju ke depan, seandainya sempat aku menengok ke belakang. Ketika aku melihat bus itu pasti aku langsung berlari menyongsongnya.

Dan sekarang apa daya, keputusan yang hanya bisa aku sesali sementara bus jelek ini membawaku pergi. Pada akhirnya harus mengibur diri, dengan “mungkin nanti bakal tiba lebih cepat..” atau “nggak apa-apa berdiri dan gempet-gempetan, lumayan bisa membakar lemak..” :lol:.

Begitulah… mencoba ikhlas *ngelus-ngelus dada*

Mungkin sudah takdir… mungkin belum jodoh… *eh*

Tapi sempat terlintas di benak, seandainya tadi di dalam bus aku tidak menoleh ke belakang kan jadinya tidak tahu ia ternyata datang, mungkin akan sedikit tidak terlampau sakit dan menyesal. Tapi dalam kasus lain, bisa jadi aku lega karena mengetahui ia ternyata pernah datang ;).

*halah halah* 😆

Advertisements

10 thoughts on “I’m Here Waiting For You

  1. *manggut-manggut*
    Untung cuma bus.

    Mbak, mungkin lain kali harus lebih yakin lagi nunggu nya.

    Kalau memang maunya cuma yang itu, biar sampai mati pun harus tetap ditunggu. ^.^/

  2. ^

    Karenanya kadang ragu mematok batasan sampai kapan harus menunggu 😕

    Eh, harus ada batasannya kan?

    Kerenanya jika tidak, seperti kata Snowie, sampai mati pun tetap menunggu 😛

  3. *jleb*
    Saya tau seperti apa rasanya -_-
    Kalau “cuma” bus sih, sering, dan sakit hatinya mungkin tak seberapa. Lha kalau yg lain? 😐

    *pukpuk mbak Mizzy sambil menyeka airmata*

    Yes, lebay 😆

  4. kalau kata bryan adams:

    I’ll be waiting for you, here I am.

    kalau kata richard marx:

    Whatever it takes
    Or how my heart breaks
    I will be right here waiting for you

    eh… padahal mau bikin posting serupa. 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s