Book of Life

Ketika setiap kisah tertoreh di atas selembar kertas putih, memenuhinya dengan beragam bentuk bertinta. Tapi jika salah tak bisa dihapus sayangnya. Mungkin hanya bisa dicoret dan diabaikan sedemikian rupa. Toh lama-lama akan terlupa.

Namun jika kesalahan itu dilanjutkan dan dijadikan sebuah prosa. Dan jadilah sebuah cerita yang ada penyelesaiannya. Dibanding hanya ditinggalkan dalam bentuk coretan yang menggalaukan mata si empunya.

Tapi siapa juga yang berpikir cape-cape untuk membuat prosa dari sebuah kesalahan tulis. Butuh upaya lebih besar, malah lebih enak mencoretnya. Tapi bertahan dengan buku yang penuh coretan, bisa kah? Mungkin lebih enak buang saja dan ganti dengan buku baru yang masih putih bersih tak bernoda.

Jadi pilih mana, buku lama dengan coretan di mana-mana atau buku baru tak bernoda? :mrgreen:

Advertisements

6 thoughts on “Book of Life

  1. err… kalo liat gambarnya itu bakalan jadi buku penuh dengan berita duka deh πŸ™„
    :mrgreen:

    Jadi pilih mana, buku lama dengan coretan di mana-mana atau buku baru tak bernoda?

    yang manapun asal kondisinya bagus dan layak tulis plus layak baca :mrgreen:

  2. err… kalo liat gambarnya itu bakalan jadi buku penuh dengan berita duka deh πŸ™„

    Eh iya.. πŸ˜› habisnya dia ganteng sih 😳

    yang manapun asal kondisinya bagus dan layak tulis plus layak baca :mrgreen:

    Pilihan yang bijaksana, tentunya bagus dan layak itu relatif ukurannya ya :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s