Random Thought: Romantis?

Sering kali aku mendengar cerita-cerita romantis dari kawan-kawan yang bersedia ceritanya ku dengarkan, tentang hal-hal romantis yang dilakukan oleh orang-orang yang mereka kasihi. Kadang sambil mengangguk-angguk mengerti dan meresapi kata demi kata, pikiran ini melayang dan mencari makna romantis untuk diriku sendiri.

Dan apa yang terbayang di pikiranku terhadap romantisme itu sendiri? Yang terbayang adalah hal yang berbeda eh :lol:, misalnya bukan kata-kata gombal manis yang terujar dari lisan orang yang kita kasihi, atau pemberian bunga apalagi bunga bank yang nampaknya bisa melelehkan sebagian wanita. Justru romantisme tersebut aku lihat di sosok orang-orang tua yang tengah menjalani pernikahan berpuluh-puluh tahun, tapi diusia senja mereka masih tampak akur dan bahagia. Atau juga sosok orang-orang tua yang tengah makan bersama anak cucunya. Atau yang paling membekas di ingatanku adalah sosok ibuku yang setia menunggui dan merawat ketika ayahku terbaring kritis di rumah sakit. Atau ketika mereka berdua karaoke bersama sambil tertawa bahagia, yang kemudian menjadi sesi karaoke terakhir karena beberapa minggu kemudian malaikat maut menjemputnya pergi. Ada sesuatu yang indah di sana 😳 .

Romantisme itu selayaknya pelangi yang hanya terlihat setelah hujan mereda. Romantisme itu adalah sesuatu yang telah teruji oleh waktu, ketika dua orang yang memilih berjalan bersama dan masih terus bersama meski dihantam badai. Karenanya romantisme itu, bagiku, tak bisa terlepas dari hal-hal yang berbau kematian, karena hanya takdir yang sudah pasti akan menimpa setiap makhluk yang bernyawa itulah yang bisa memisahkan *halah* :lol:.

Lalu.. lalu.. jika salah satunya meninggal dunia dan di akhir khayatnya dia berujar pada orang yang dikasihinya… Seperti ketika menjelang akhir hayatnya, Hagi berkata kepada Saya..

生きてる…

ikiteru: teruslah hidup

😥

*nangis bombay*

Ahem 😎 *lanjut lagi*

Seringnya, aku selalu mengaitkan romantisme dengan cerita epik, apa lagi akan lebih dramatis jika berkatian dengan kematian. Karena yang imortal atau abadi justru tidak romantis, yang romantis adalah kisah yang suatu saat bisa berakhir. Karena ketika kita sadar bahwa sesuatu itu akan pergi, saat itulah kita merasa hal tersebut amat berharga bukan? :mrgreen:.

Hehehe, it’s only my random thought anyway :roll:. Tentu ukurannya relatif, masing-masing mungkin punya gambaran yang berbeda tentang hal-hal yang romantis kan ya? :mrgreen:

Advertisements

2 thoughts on “Random Thought: Romantis?

  1. Ini mirip status fesbuk mbak Nurma kapan hari itu. 😛
    Yah, kalau buat saya romantisisme itu identik dengan kesederhanaan, cinta yang terungkap bukan dengan kata-kata manis tapi justru dari hal-hal sederhana, dan seperti mbak Sukma juga, cinta yang setelah puluhan tahun bersama namun masih saja ada dan bahkan semakin kuat. Itu romantis :blush:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s