My (Temporary) Work Desk

Pindah rutinitas itu nyatanya lumayan sedikit mencerahkan. Hal itu sedikit saya rasakan ketika menumpang meja kerja seorang teman, di mana teman saya itu butuh pakai PC yang biasa saya pakai untuk sebuah keperluan.

Pastinya ada beberapa perbedaan. Pertama, notebook yang sekarang saya pakai adalah bersistem operasi Mac OS yang awalnya bikin saya kebingungan. Tapi kan lumayan juga karena bikin penasaran dan setelah kenalan sekarang tinggal saling membiasakan.

Kedua, letak tempat baru ini lumayan terpencil karena berada di sudut ruangan. Dan untuk mencapainya kudu melewati rintangan dua kursi yang posisinya saling mebelakangi satu sama lain. Adalah sebuah tantangan karena sela-sela di antaranya lumayan sempit, makanya kadang itu dijadikan parameter pertumbuhan ke arah depan dari tubuh seseorang :lol:.

Ketiga, lokasi terpencil juga berarti jauh dari telepon. Karena di meja yang biasa saya tempati, posisinya persis di samping telepon. Karenanya kadang saya suka jadi merangkap operator telepon yang masuk ke lab. Dan ya, kadang-kadang suka malas juga :P.

Keempat, lokasi terpencil pun berakibat semakin jauhnya posisi saya dari meja persembahan :(. Tapi ada baiknya juga sih, nyatanya frekuensi ngemil jadi makin berkurang \m/.

Terakhir, tempat ini nyatanya cukup strategis untuk meraih text book dan jurnal-jurnal. Tinggal menjulurkan tangan sedikit sudah bisa mengambil buku-buku yang setebal bantal. Bandingkan dengan meja saya yang jika tangan menjulur dikit yang gampang diraih adalah makanan :lol:.

Nyatanya, perubahan rutinitas meja kerja yang meski hanya akan berlangsung beberapa minggu ini lumayan meredakan kepenatan. Meski sumber kepenatan itu sendiri bukanlah dari letak meja kerja, tapi kan terkadang sebuah perubahan kecil di lingkungan yang selalu sama akan memberi warna tersendiri membuat kita merasa lebih nyaman.

Advertisements

5 thoughts on “My (Temporary) Work Desk

  1. males betulin judul…? 😐

    ketimbang ngurusin work-desk di kantor, saya malah lebih pengen bikin workdesk sendiri di kost. soalnya saya kerja pindah-pindah dari kantor pusat ke cabang sih 😐

  2. Pertama, OS komputer saya adalah Windows XP. Hardware boleh canggih, tapi OS tetep XP. 😎 Belum bisa upgrade ke Windows 7

    Kedua, ruangan yang saya tempati adalah ruangan tambahan (annexe), kecil, tapi kayanya ukuran cubiclenya terlalu besar. 😕

    Ketiga, jauh dari telepon! Telepon ada di tempat admin ruangan di sebelah saya, sama dekat pintu, jauh. 😀

    Keempat, saya nyembunyiin makanan di laci. Harusnya ndak boleh makan di lab. (ninja)

    Terakhir…buku, buku apa? 😕

  3. @ theblacksoil:
    Oh iya, typo 😆

    Wah, kos-kosan jadi head office eh :mrgreen:. Kalau kos-kosan saya tidak PW buat kerja, sungguh hawanya tuh nyaman hanya untuk tidur saja 😆

    @ lambrtz:

    Kedua, ruangan yang saya tempati adalah ruangan tambahan (annexe), kecil, tapi kayanya ukuran cubiclenya terlalu besar. 😕

    Kalau cubicle-nya besar enak doms, space-nya jadi lega 😀

    Keempat, saya nyembunyiin makanan di laci. Harusnya ndak boleh makan di lab. (ninja)

    😆

  4. jadi efek dari pindahan ini adalah snacknya ganti dari kue2 ke kertas ya? lebih kaya serat, rendah lemak dan kalori (stupid conclusion)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s