WUUAAAAH!!!

Sering kali, yang namanya urusan melanjutkan pendidikan apalagi bagi orang yang sudah menikah adalah sebuah polemik tersendiri. Apalagi mana kala harus terpisah jauh lain negara bahkan lain benua, bukan perkara mudah pastinya melepas pasanganmu hidup terpisah. Tapi meskipun demikian, banyak kisah-kisah romantis perjuangan mereka untuk jungkir-balik meraih yang mereka cita-citakan.

Misalnya saja salah seorang senior saya di lab yang sekarang sedang menuntut ilmu di Belanda demi gelar PhD-nya. Mana katanya pulang hanya dua tahun sekali :|. Dan di tanah air istrinya setia menunggu sambil mengurus ketiga anak mereka. Sekarang, kabar terakhirnya sih, dia sudah hampir menamatkan studinya tapi akan lanjut lagi mengambil Post Doctoral :P. Beneran ya ketika sudah bisa menikmatinya, sekolah itu sungguh bikin kecanduan :lol:.

Lain lagi dengan kisah senior saya di kampus. Dia mendapat beasiswa ke Jepang, meninggalkan kedua anaknya dan seorang istri yang tengah mengandung anak ke tiga. Namun di tahun ke-3 dia memboyong anak istrinya serta *enaknya*.

Nah, kalau supervisor saya lain lagi. Ketika mengambil PhD dia sudah punya 2 orang anak. Dia memboyong anak-anaknya serta ke Australia, sementara suaminya tinggal di Indonesia. Sesekali suaminya lah yang bolak-balik Jakarta-Melbourne untuk menengok keluarganya.

Tapi di antara sekian banyak contoh pasangan-pasangan hebat itu, yang berkesan adalah sosok kolega saya. Dia dan suaminya adalah pasangan pengejar ilmu tapi selalu bersama-sama tak terpisahkan :mrgreen:. Keduanya sama-sama berprofesi dokter dan menjadi staf pegajar di salah satu universitas di Makassar. Keduanya punya jalan hidup yang beriringan. Misalnya, saat suami menempuh pendidikan spesialis di FK UI, istrinya ikut serta sambil kerja di lab tempat saya bekerja yang kebetulan jaraknya cuman 15 menit jalan kaki dari kampus Salemba :P. Lalu ketika suaminya sudah selesai, giliran si istri yang ikut seleksi beasiswa S2 ke Australia. Setelah dinyatakan lolos, mereka pun pindah ke sana. Si istri sibuk sekolah sementara suaminya sambil kursus sertifikasi dokter supaya bisa kerja di rumah sakit di sana. Setelah istrinya selesai sekolah, mereka baik lagi ke Salemba dan sekarang giliran suaminya yang S3 :lol:, sementara istrinya sambil kerja di lab saya dan kadang ke lab forensik FK buat bantu bedah-bedah mayat :lol:. Kabar terakhir? Mereka sedang di Belanda, katanya suaminya sekolah lagi (entah apaan) sementara istrinya juga mengambil S3. Salut..salut.. ^(:^

Menyimak kisah-kisah di atas, terutama kisah yang terakhir itu, kontan membuat saya berseru WUAHHH!!!! \m/.

Namun, beberapa hari yang lalu saya mendengar kabar dari seorang mantan rekan kerja saja. Kabar yang awalnya membuat saya berseru EHHHH!!! 😯

Kenapa??

Begini… Dia adalah seorang wanita cantik sekaligus cerdas yang mendapat kesempatan meraih PhD di salah satu universitas di Jerman. Hampir tiga tahun yang lalu dia berangkat, di saat dia terikat pertunangan dengan seorang laki-laki di tanah air. Dua tahun yang lalu laki-laki itu meminangnya namun kemudian teman saya ini harus kembali lagi ke Jerman sementara suaminya bekerja di tanah air. Lalu tadi siang terdengar kabar darinya bahwa dia kembali ke Indonesia, meninggalkan kuliahnya dan hidup bersama suaminya sekarang.

Reaksi pertama saya adalah EHHHH!! 😯 . Kan sayang, bukan 😦

Tapi ketika saya tanya alasannya dan dia mengabarkan bahwa ia tengah menikmati perannya sebagai istri saja. Saya pun langsung berseru WUAHH!! HEBAT!! 😳

😆

____________

P.S. Pada akhirnya WUAHHH!! itu bisa teramati ketika melihat suatu pilihan di sisi sebaliknya :mrgreen:

Advertisements

6 thoughts on “WUUAAAAH!!!

  1. pindah2 gitu sih yg repot kalo punya anak usia sekolah, kasihan kalo si anak harus pindah2 sekolah mengikuti kedua ortunya 😀

  2. …..hiks… pengen banget saya punya pasangan yang bisa (dan mau) sama2 mengarungi dunia ilmu seperti pasangan kolega Mizzy…. 😳 😥

  3. @ Asop:
    Yah, enaknya sih begituh. Tapi IMO kalaupun cuma salah salah satunya saja yang sekolah tinggi-tinggi sementara pasangannya lebih tertarik dengan hal lain, selama keduanya saling mendukung dan nyaman dengan kondisi tersebut ya ga apa-apa juga sih :mrgreen:.

    @ Arm:
    Woh, kalau temen saya banyak yang cita-citanya mau jadi ibu rumah tangga tapi di luar negeri 😆

    @ Frozen:
    Lho, kenapa? 😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s