Hey, June!!

Di bulan itu langit pernah sedemikian pekatnya. Bukan berarti matahari tidak bersinar, hanya saja awan gelap menggantung rendah dan menghalangi sinar matahari menembus dan menyentuh kehidupan.

Hujan itu bukan berarti tak ingin turun, hanya tak boleh turun. Tapi akibatnya awan makin jenuh dan terus menggantung di atas kepala. Semakin lama makin berat lalu pada akhirnya tumpah ruah ketika teriris oleh sekecil-kecilnya kilat.

Awan itu pastinya masih ada, malah makin bertumpuk dengan awan-awan baru yang baru terbentuk. Tapi kupikir memang sudah semestinya mengikuti siklus alami. Ketika uap air menguap dan membentuk awan, ketika memang sudah jenuh turunlah hujan, saat itu beruntunglah jika melihat pelangi. Namun jika pun tak tampak pelangi, langit biru yang terbentang luas sudahlah jauh lebih dari cukup untuk menata hidup kembali.

Advertisements

5 thoughts on “Hey, June!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s