Happiness (Part 2)

Ingin rasanya membahagiakannya dengan memberi apa yang dia minta. Tapi tak selamanya yang kita beri itu baik adanya, seperti gula yang terus menerus dikonsumsi tapi akhirnya mengakibatkan penyakit kencing manis. Tapi jika melihat penderitaannya yang tak kunjung reda, apakah bisa tega?

Jika penderitan itu dipindahkan ke tubuh lain yang akan memikul tanggung jawab, yang terkasih pun bisa bernafas lega. Tapi menyadari itu tak akan membawa efek jera, kemungkinan di lain waktu akan mengulang hal yang sama. Oh sebuah dilema :lol:.

Mungkin dengan mengambil alih tanggung jawab itu, sambil berharap dia bisa melihat betapa mahal konsekuensi yang harus dibayar akibat dari semuanya. Semoga dia bisa belajar mengambil hikmah tanpa harus terbebani sedemikian beratnya. Namun rasanya dalam situasi ini, agaknya bisa merasakan apa itu makna dari…

aku bahagia jika kau bahagia

Advertisements

One thought on “Happiness (Part 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s