Tentang Gerhana: Ketika Singa Vegetarian Jatuh Cinta Kepada Rusa

Sebutlah kemarin adalah hari tayang perdana sebuah film yang banyak ditunggu-tunggu oleh banyak kaum hawa. Dengan judul bahasa inggrisnya Gerhana, yang dibintangi oleh idola kawula muda. Pada tulisan ini, aku tak akan membeberkan keseluruhan ceritanya. Walaupun bagi anda yang telah membaca bukunya secara garis besar ceritanya relatif serupa. Aku hanya ingin meracau dengan sok taunya, demi mengeluarkan unek-unek saja.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, secara garis besar film dan novelnya mengisahkan percintaan vampir dan manusia. Sesosok vampir ganteng yang jatuh cinta pada perempuan manusia biasa. Sebuah hubungan yang melawan kodrat alam, karena secara alamiah mereka adalah pemangsa dan yang dimangsa. Mekipun si vampir katanya sudah bisa mengendalikan hawa nafsu untuk tidak memangsa manusia. Analoginya seperti singa vegetarian yang jatuh cinta kepada rusa. Karena mereka ingin bersama, alhasil rusa manusia harus bersama dengan kawanan singa vampir yang sudah bisa menahan nafsu akan darah manusia. Tapi bau darah itu pastinya sangat menggiurkan bagi vampir yang belum berubah sifat alamiahnya, mereka pun berdatangan dan mengincar si manusia.

Tentunya, vampir jantan yang mencintai perempuan tak ingin perempuannya disakiti. Alhasil kawanan ini pun mati-matian menjaga keselamatan si perempuan dari terkaman kawanan vampir lainΒ  yang mengincar darahnya. Heroik memang nampaknya. Bagaimana tidak terenyuh dengan proteksi yang sedemikian besarnya hanya untuk melindungi seorang rusa atas nama cintah.

Tapi di mataku, dilindungi seperti itu seakan-akan membuat si manusia hanya menjadi beban saja. Pantas saja manusia meminta “Gigit aku! Karena aku mau sepertimu!”. Sama halnya ketika memilih bersama dengan sekelompok pasukan yang tengah berperang, daripada meringkuk ketakutan di dalam tenda, dia pun meminta diberikan pedang dan diajari bagaimana cara memakainya.

Karenanya aku pikir idealisme si vampir jantan yang tetap ingin bersama dengan perempuan yang sosoknya tetap menjadi manusia, adalah tidak realistis. Teman perempuanku pernah berujar itu adalah tanda kasih sayangnya karena ia tak ingin si perempuan menjalani hidup yang statis dalam sebuah keabadian. Tapi jika memang keinginannya demikian, sedari awal saja si vampir tidak menarik si perempuan ke dalam kawanannya. Beres toh πŸ˜• *dipentung*.

Ah lupa, dia sedang jatuh cinta. Tuh kan, di sini justru aku melihat vampir jantan cenderung nggak jelas, di satu sisi dia menginginkan si perempuan bersamanya tapi di sisi lain dia ingin perempuannya tetap menjadi manusia di mana hal ini membuat semuanya kerepotan. Sementara perempuannya lebih realistis dengan menginginkan dirinya berubah jadi vampir biar semuanya seiring sejalan. Akan tetapi konflik seperti ini bisa jadi yang membuat penonton/pembaca perempuan terenyuh, karena si vampir begitu berperasaan 😳 *halah* πŸ˜† .

Andai kata, kedua sejoli itu tetap dalam bentuk asli mereka, akankah si pemangsa bisa menahan diri selamanya? Seperti misalnya, andaikata, kucing item-ku, si Kuro-kun entah karena apa bisa puasa memakan cucurut. Dan suatu ketika, tiba-tiba jatuh cinta pada cucurut lalu kemudian mereka hidup bersama. Si Kuro-kun mengekspresikan cintanya, mencumbu si cucurut, menciumnya, lalu menjilat, seketika merasakan “enak juga rasanya ya”. Nah, akankah cinta bisa selamanya menahan insting alamiahnya?

Advertisements

14 thoughts on “Tentang Gerhana: Ketika Singa Vegetarian Jatuh Cinta Kepada Rusa

  1. mmhh.h.mungkin cinta ga selalu bisa menahan insting alamiah. antara vampir dan manusi, itu masih satu rumpun ga ya?hehee.. πŸ™‚ tp mungkin masih satu genus.. πŸ™‚

  2. Oalah ternyata Mbak Mizzy nonton ginian juga?
    Saya cuma nonton yang pertama karena penasaran dan udah kapok ga mau lagi nonton yang selanjutnya… πŸ˜†
    Apanya yang vampir ganteng penuh perasaan, yang kayak gitu namanya plin-plan ga punya pendirian 😈
    *dilempari sandal sama fans-nya vampir*

  3. insting alamiah gimana ya? Insting alamiah manusia apa ya kira2? Meneruskan keturunan? :mrgreen:

    eh, separah new moon ga mbak? Saya ogah nonton kalo iya πŸ˜†
    *eh*

  4. πŸ˜†
    baru baca2 forum boys talk dg topik “kenapa kita benci twilight saga”, kebanyakan sih bilang kalo nonton itu ntar disangka gay πŸ˜† πŸ˜›

    kebetulan juga tadi sore pas antri tiket di boker dideketin ama serombongan abg, ditawarin tiket nganggur karena temen yg dah dipesenin tiketnya masih di rambutan. Pas saya tanya film apa, dijawab “gerhana”, reflek saya pasang muka kayak dikasih makanan basi sambil bilang “saya ngga nonton itu” πŸ˜†

    akhirnya film yg saya tonton juga biasa2 aja sih, tapi seidaknya ga dibilang gay πŸ˜†
    (ninja)

  5. Akan tetapi konflik seperti ini bisa jadi yang membuat penonton/pembaca perempuan terenyuh, karena si vampir begitu berperasaan

    Konflik kepentingan ini terjadi karena Stephanie Meyer perlu bahan cerita untuk memanjang-panjangkan isi novelnya.

  6. @ julianusginting:

    antara vampir dan manusi, itu masih satu rumpun ga ya?

    Hoo, kalau manusia kan spesiesnya Homo sapiens. Nah kalo vampir :?. Kalau vampir itu memang berasal dari manusia, harusnya spesiesnya sama tapi mungkin beda sub-spesiesnya perlu dites kekerabatannya pakai DNA? *ditimpuk*

    @ Felicia:
    πŸ˜†

    Pernah baca novel “Mortal Instrument?” tentang vampir, pemburu bayangan dan sebangsanya juga. IMHO, karakter cowok di situ, yang namanya Jace Wayland, jauh lebih menarik daripada Eddie Cullen 😳 hahaha :lol:.

    @ Takodok:

    insting alamiah gimana ya? Insting alamiah manusia apa ya kira2? Meneruskan keturunan? :mrgreen:

    Mungkin :lol:.

    eh, separah new moon ga mbak? Saya ogah nonton kalo iya πŸ˜†

    Jangan nonton kalau begitu πŸ˜† *eh*

    @ Arm:
    πŸ˜†
    Komentar temen cowok yang ikutan nonbar: “Lebayyyyy!”

    @ Scion of Rheinvard :
    Mungkin kalo Victoria gak kabur-kaburan melulu, cerita ini akan lebih ringkas πŸ˜›

  7. ^

    Seru, lucu, dudul, complicated love story (tapi ga semuanya tentang cintah), keren deh πŸ˜€

    Coba baca deh πŸ˜‰

  8. Saya jadi pengen memasukkan segerombolan mutant X-men kedalam film ini, memburu habis para vampir dan werewolf seperti menepuk lalat, dan tidak ada yang hidup bahagia selamanya, semua mati saat sudah tua… πŸ™„

  9. Discworld: 36 books & counting…
    Dresden Files: 12 books & counting…
    Belel mata T.T

  10. Banyak amit 😯

    Methinks DevilHunter Kurosaki is suffering from a severe mental condition called ‘Bookworm’s Post-Withdrawal Syndrome’, in which a bookworm usually goes stark raving and proceeds to devours every books on sight after being deprived of them for several months… yeah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s