Si Petasan

Petasan. Saya tak suka Petasan. Habisnya berisik dan bunyinya hanya mengagetkan di awal kemudian lenyap dilupakan. Bersumbu pendek, mengindikasikan dia mudah terpancing, meluap-luap, berteriak-teriak. Seperti yang saya bilang barusan, hanya mengagetkan di awal.

Makanya kalau ada petasan, mendingan kabur saja dah. Pergi bukan berarti kalah atau takut. Daripada  diam di sana dengan ‘cap’ pemberani lah, berpendirian lah, mempertahankan harga diri lah. Tapi jika kuping dan kepala sakit sementara tak ada gunanya juga bertahan di sana, untuk apa toh.

Namun kadang kala, tempat itu adalah zona nyaman kita dan dengan seenaknya petasan terlempar ke sana. Pergi dari sana, artinya wilayah terinvasi. Jika si petasan mulai berteriak-teriak, tak perlu balas berteriak. Cukup lakukan satu langkah nyata, ambil air seember dan.. byurrrr… siram langsung tanpa berkata-kata.

Tuh kan, petasannya langsung melempem dan mati 😆

Advertisements

2 thoughts on “Si Petasan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s