Yang Terlihat, Yang Terlewatkan

Ada beberapa, bahkan banyak, tempat-tempat yang menjadi tujuan perjalanan orang-orang, tapi terlewatkan oleh saya karena setiap harinya saya lewati tapi dihiraukan :lol:. Dan seringnya, suatu hari tersadar, biasanya karena pertanyaan teman-teman dari tempat lain, yang tiba-tiba mereka bertanya “eh, lo… pernah ke sini kan? gimana siy tempatnya?” Nah.. lho :lol:. Meneketehe gimana dalemnya, kalau luarnya sih tiap hari lewat :P.

Jika disebutkan, sepanjang perjalanan rumah-kantor pun banyak tempat-tempat yang selalu saya lewati tapi tidak pernah mampir ke sana. Tapi yang akhir-akhir ini jadi sering kepikiran adalah, selama sekian puluh tahun jadi warga (numpang kerja) di Jakarta, belum pernah sekalipun saya mencapai puncak Monas. Padahal, sejak dari kecil ayah saya rajin mengajak kami anak-anaknya main-main di taman monas. Dan sekalinya masuk ke dalam Tugu Monas, itu pun hanya di lantai dasar yang merupakan Musium.

Terakhir masuk (dalam arti tidak cuma lewat saja) adalah 11 Oktober 2009, ketika datang ke Festival Kebudayaan Jepang. Tapi cuma sekedar tawaf (memutari) tugu tersebut saja, itu pun gara-gara salah masuk ke gerbang depan padahal acaranya ada di bagian belakang :P. Tapi ya, ga kepikiran pingin naik ke puncaknya :roll:.

Dan gara-gara melihat foto air mancur menari seperti di atas  (tapi ga tau apakah masih ada atau nggak), jadi kepikiran makin pengen ke sana :|. Misalnya siang harinya naik ke puncak Monas, lalu malamnya melihat atraksi air mancur menari.. pengen :cry:.

Kalau mau diusahakan, secepatnya siy bisa. Tapi kalau soal urusan beginian, saya selalu menunda-nunda waktu yang tepat. Waktu yang tepat ini, berbeda dengan jalan-jalan ke Mall atau nonton bioskop yang sendirian pun saya nyaman melakoninya, adalah berkaitan dengan bersama siapa saya akan menghabiskan momen bahagia tersebut :P.

Karena bahagia, salah satunya adalah ketika hadir se(orang) untuk berbagi sejumlah momen hidup kita.

Advertisements

3 thoughts on “Yang Terlihat, Yang Terlewatkan

  1. bagaimana kalau kita jalan -jalan dipinggir sawah di pagi hari, menikmati mentari yang baru muncul dan embun pagi sejuk yang menyegarkan? kita mencari belalang dan mengotori kaki kita dengan lumpur sawah…
    ah indahnya…

  2. @ Feli:
    Maaf, saya tidak bisa ikutan jalan-jalan 😦

    @ eMIna:
    Ah, pengen banget 😦
    Mancing ikan di balong. Kemudian ikannya di bakar. Sambil menunggu matang metik cabai dan tomat di kebun. Bikin sambal terasi. Makan ikan bakar dengan nasi hangat-ghangat plus sambal *ngayal*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s