The Amazing Pregnancy (1st – early 2nd Trimesters)

April 2011 (Minggu ke 1-4)

Tepatnya tanggal 3 April kami melangsungkan pernikahan dan dua hari berikutnya saya datang bulan. Menjelang akhir bulan, suami saya curiga kok emosi saya masih stabil. Dia sangat hapal, biasanya saat-saat begitu saya sudah pecicilan mencari martabak manis atau mie ayam, dan tersiksa dilema mana yang harus saya beli duluan. Dia pun sempat berspekulasi dengan mata berbinar, “jangan-jangan kamu hamil, sayang?”

Mei 2011 (Minggu ke 5-8)

Masih, tamu bulanan belum juga datang. Suami makin senang dan menyarankan untuk tes kehamilan. Tapi saya masih ragu, mengingat siklus saya kadang suka kacau. Pertengahan bulan, entah mengapa saya sering merasa mual. Saya pikir itu adalah pertanda saya tengah kelaparan, dan memang benar setelah makan mual pun hilang. Ketika share dengan teman-teman, mereka pun mengiyakan jangan-jangan itu tanda kehamilan. Tapi saat itu saya masih menunggu waktu yang tepat untuk tes, daripada kuciwa tesnya negatif tapi cuma gara-gara hormon hCG (human chorionic gonadotropin) sebagai pertanda kehamilan masih berada di bawah ambang batas yang bisa dideteksi oleh alat tes kehamilan. Baru di akhir bulan saya beli tes kehamilan di apotik, setelah tanda-tanda menstruasi tidak juga nampak. Jika memang beneran hamil, berarti sudah hampir masuk bulan ke dua dan produksi hCG pun harusnya sudah banyak. Sesuai dengan instruksi di kemasannya, tes tersebut saya lakukan pagi hari sebangun dari tidur. Saat pagi hari itulah produksi hormon hCG sedang banyak-banyaknya. Air seni pertama itu lah yang saya tampung dalam sebuah wadah, dan mencelupkan strip tes kehamilan selama sekitar 3 menit. Dengan seksama saya perhatikan cairan dari air seni makin merambat naik dan… huplaa.. muncul satu garis merah. Lalu tak berapa lama, setelah cairan makin merambat naik… huplaaa… muncul satu lagi garis merah \m/. Artinya: positip 😛 .

Juni 2011 (Minggu ke 9-12)

Dan dimulailah saat-saat ketika saya merasakan perubahan: ngantuk terus, laper terus, tapi mual terus. Untungnya nyidam tidak terlalu parah, mual sesekali yang bisa saya tahan karena kalau dimuntahkan terasa sakit dan sayang juga makanannya. Jadi jadwal makan untungnya tidak terganggu. Untungnya lagi tidak nyidam makanan tertentu yang sulit dicari atau yang aneh-aneh. Toh nyidam konon lebih dipengaruhi fluktuasi hormon yang berubah saat hamil. Sama seperti saat PMS, yang dulu sering bikin saya galau antara memilih bakso urat atau mie ayam pangsit rebus :|. Senyidam-nyidamnya saya, paling spesifikpun hanya nyidam Ifu Mie Seafood di sebuah restoran di Slipi Jaya, yang bisa diraih ketika pulang kantor. Selebihnya, kalau di depan rumah ada abang-abang siomay, sekuteng, batagor, cingcau.. apapun, kalau kepingin ya dihajar aja :lol:. Di akhir bulan, saya mengintip si janin lewat USG. Dia sudah berbentuk manusia, ada kepalanya, tangan, kaki. Seketika saya takjub akan proses penciptaan :oops:. Kata dokter pun perkembangannya bagus, dan saya sedikiit lega karenanya.

Juli 2011 (Minggu ke 13-16)

Jika trimester (tiga bulan) pertama tidak ada keluhan berarti, justru diawal trimester ke dua muncul segala macam masalah yang membuat saya harus bulak-balik ke dokter. Pertama adalah masalah gigi yang dulu berlubang dan pernah ditambal. Sebelumnya tidak pernah ada keluhan nyeri atau apapun pada gigi tersebut. Tapi entah kenapa di awal bulan Juli ini tiba-tiba gigi seri tetangga sebelah si gigi taring tersebut nyut-nyut-nyutan yang sakitnya amit-amit deh. Konon, ketika hamil gigi dan gusi memang lebih sensitif, sehingga sering ada keluhan sakit gigi maupun gusi berdarah. Dokter gigi pun tidak bisa menolong banyak, karena usia kehamilan yang masih rentan. Alhasil cuma pakai obat kumur serta tempel koyo di pipi untuk meredakan rasa sakitnya. Sekitar tiga hari sakitnya sedikit mereda, tapi saya masih penasaran dan ingin mencari second opinion ke dokter gigi lain yang lebih berpengalaman. Takut jika dibiarkan malah akan infeksi dan mempengaruhi perkembangan janin. Tapi ternyata saya lebih berjodoh dengan dokter kandungan, di hari saya dijadwalkan ke dokter gigi ternyata malah pendarahan ringan. Bukan si gigi, tapi si kandungannya yang berisi jabang bayi. Sesampainya di rumah langsung ke rumah sakit, dan ketika dokter memeriksa lewat USG ternyata penyebabnya karena letak placenta (ari-ari) yang rendah dekat dengan cervix atau leher rahim (placenta previa). Placenta adalah penghubung antara ibu dan janin yang fungsinya untuk mengantarkan sari-sari makanan, pertukaran gas dan zat-zat hasil metabolisme, serta sebagai penghasil hormon yang berperan penting selama kehamilan. Harusnya placenta melekat di bagian atas rahim, tapi ini entah kenapa malah nempel di bawah. Setelah saya browsing sana sini, penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Jadi ya yang lebih diperhatikan bagaimana mengatasi pendarahan tersebut supaya kehamilan masih bisa dipertahankan. Saya disuruh bedrest oleh dokter seminggu, atau sampai pendarahannya berhenti. Setelah seminggu dan pendarahan pun sudah berhenti, saya masuk kerja lagi. Tapi baru masuk kerja dua hari, kemudian harus bedrest lagi sekitar satu minggu lebih. Saat itu gigi pun kembali rewel, giginya tidak sakit tapi gusi dekat gigi yang berlubang tersebut malah bengkak dan bernanah. Alhasil ke dokter kandungan lagi, dan saya diberi resep antibiotik untuk mengatasi infeksi. Mau tidak mau saya harus menunggu sampai melahirkan untuk membereskan masalah gigi, mudah-mudahan saja tidak kembali bermasalah. Dan sekarang janin ini berusia sekitar 15 minggu, saya harus ekstra hati-hati dan tidak beraktifitas seperti biasanya (misal: ngejar-ngejar bis) agar tidak pendarahan lagi. Khawatir pasti, tapi sudah lebih lega karena sekarang saya sudah bisa merasakan ada yang hidup dalam tubuh saya. “Cenut.. cenut.. cenut…” kadang sesekali perut merasa seperti digelitik. Kapan tau pas habis makan soto mie, si jabang bayi juga cenut-cenut :oops:. Mungkin dia suka sama soto mienya 😆 *ngaco*. Ah, jadi tidak sabar menunggunya besar dan lahir ke dunia >,<.

Bersambung….

Advertisements

9 thoughts on “The Amazing Pregnancy (1st – early 2nd Trimesters)

  1. Wah, cerita kehamilan pertama itu amazing.
    kata orang-orang kalau kita hamil, itu moment paling mengingatkan jasa ibu kita ya mbak…

    jadi pengen nyoba juga..? #Eh :))

  2. @ Gentole:
    Cantik kaan 😳

    @ Akiko:
    Bener banget, baru benar-benar merasakan pengorbanan dan kasih seorang ibu ketika kita sendiri yang hamil.

    Silahkan dicoba 🙂 hehehhe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s