The Amazing Pregnancy: August 2011 (Weeks 17-20)

Puasa Ramadhan

Memasuki bulan kelima, bertepatan dengan masa ibadah puasa Ramadhan. Semenjak pertama saya tak yakin bisa berpuasa, lah jam 10 pagi saja perut sudah keroncongan. Dan agaknya si dede bayi tak suka lagu keroncongan, karena dia akan gelisah bergerak tidak beraturan dan menyundul-nyundul ulu hati saya sehingga lumayan perih rasanya. Mungkin protes, “Mamamaa!! makaaaan!!!” :lol:.

Wisata Kuliner

Alhasil selama ramadhan ini, saya eh kami, malah lebih banyak wisata kuliner :lol:. Karena di kantor tidak disediakan makanan ketring selama ramadhan, jadinya kami ikut rombongan teman-teman yang tidak berpuasa. Pas rombongan mau mencari makanan ke mana, hayuuuu si mamah dan dede bayi ikut aja. Selain itu juga ikutan rombongan bukber a.k.a buka puasa bareng. Tawaran bukber tentu sulit kami tolak, mengingat kami perlu isi bensin sebelum menempuh perjalanan antar kota antar propinsi … hihihi. Tentu di rumah pun hidangan buka puasa sudah menanti.

Berat Badan Naik

Karena padatnya aktivitas makan-memakan, saya sempat khawatir berat badan akan melonjak tajam. Tapi untungnya cuma naik 1 kg tuh…hihihi. Dan total sejak awal kehamilan sampai bulan ke 5 ini, berat badan saya sudah naik 6 kg. Saya tak tahu apakah ini sudah berlebihan atau masih dalam kisaran normal 😕 .  Tapi mengingat idealnya penambahan berat badan pada ibu hamil maksimal adalah sampai 15 kg, jadi kayaknya masih wajar-wajar saja.

Nyidam Terus

Bisa jadi kenaikan berat yang wajar ini akibat dari banyaknya kami mengkonsumsi buah-buahan. Dalam sehari biasanya bisa makan dua sampai tiga buah apel, belum lagi ditambah minuman sari buah berbagai rasa. Apalagi semenjak si papahnya beliin blender, wah dede bayi bisa sering-sering minum jus mangga kesukaannya :lol:. Pokoknya di bulan kelima ini nyidamnya buah apel sama jus mangga deh.

Beda Bulan Beda Keluhan

Jika dibandingkan dengan trimester pertama yang sebagian besar diwarnai morning (as well as afternoon) sickness, di bulan kelima ini mualnya sudah agak mereda. Tapi kalau mau dirasa-rasa, ada saja keluhan lain yang muncul sejalan dengan makin berubahnya fisiologi tubuh si ibu dan makin besarnya janin.

Misalnya mual, tapi berbeda dengan mual di trimester pertama yang disebabkan oleh fluktuasi hormonal, di lima bulan ini lebih terasa seperti mual karena sakit maag, yaitu asam lambung naik dan nyeri ulu hati. Mungkin karena janin yang ukurannya semakin besar sehingga menekan isi perut, termasuk lambung dan usus. Akibat lainnya saya sering merasa cepat kenyang, tapi cepat lapar juga :lol:. Sehingga pola makan pun berubah menjadi sedikit tapi sering.

Kapan hari saya merasa kepala sakit banget, kadang di kepala bagian belakang, kadang di pinggir, tak tentu. Sempat khawatir jangan-jangan terkena Pre eclampsia, atau keracunan kehamilan. Di mana sakit kepala merupakan tanda awal tekanan darah tinggi yang merupakan ciri Pre eclampsia. Tapi setelah diperiksa tensinya, malah dalam kisaran normal. Ketika kontrol ke dokter, saya dikasih Paracetamol untuk meredakan sakit, lumayan lah sekarang sudah jarang lagi sakit kepala.

Di akhir bulan kelima ini saya sering terkena insomia, sulit tidur. Padahal sudah cape, tapi sampai lewat tengah malam belum bisa terlelap juga. Malah seringnya saya baru bisa tidur lewat jam 3 pagi, sementara jam 5 harus bangun untuk siap-siap ke kantor :(. Biasanya sulit tidur begitu karena siangnya kebanyakan tidur siang 😳 , etapi sering juga karena pas malam itu si dede bayi lagi lincah-lincahnya sehingga mungkin perut saya agak kontraksi akibat aktivitas di bayi. Seperti semalam, sampai jam 12 dia masih nendang-nendang padahal mamahnya sudah guling kanan guling kiri untuk mencari posisi tidur yang nyaman untuk berdua. Aduh Nak, malam-malam begini malah ngajak main :lol:. Kalau sudah begini saya tak bisa apa-apa, pasrah saja deh 😛 .

Gundam 00, Football Match, Kung-fu, Kuch Kuch Hota Hai, J-Rock Band

Kali ini sesi cerita tentang dede bayi yang semakin lincah :lol:. Kalau di bulan keempat gerakannya hanya berupa sundulan ringan, memasuki minggu ke-20 tenaganya sudah semakin kuat. Dan lucunya, gerakan dia bisa terpancing oleh stimulus dari luar. Err, saya tak tahu pasti apa ini hanya kebetulan saja. Tapi kalau baca di literatur tentang kehamilan, si janin usia 20 minggu sudah bisa mendengar suara dari luar dan merasakan emosi ibunya. Misal ibunya lagi sedih, atau stress, atau senang, atau excited lagi nonton bola :lol:. Si dede bayi akan merasakan hal yang sama, karena hormon adrenalin yang diproduksi oleh ibu dapat menembus placenta dan mempengaruhi emosi janin.

Berdasarkan pengamatan, beberapa stimulus luar sudah bisa bikin si dede bayi bergerak-gerak. Misalnya saat menjelang lebaran kemarin di TV ditayangkan kembali film India “Kuch Kuch Hota Hai”, yang tadinya dia anteng eh pas ada adegan nyanyi dan nari-nari si dede bayi juga bergerak-gerak kencang :lol:. Gerakannya juga bukan sesekali, tapi hampir setengah menit non stop. Saya langsung amazed, tak percaya :-o. Ohemji, anakku juga demen lagu India.

Juga pas saya nonton pertandingan MU vs Arsenal, ketika MU membantai The Gunner 8-2 \m/. Dia pun ikutan nendang-nendang, mungkin ikutan senang bareng mamahnya :P.

Pas nonton film juga begitu. Saat libur lebaran kemarin nonton seri Gundam 00, dan nonton film kung fu “Ip Man”. Ih masa ikutaan nendang-nendang 😳 .

Fakta menarik lagi, si dede bayi kurang responsif kalau mendengar lagu slow. seperti waktu itu saya perdengarkan lagu istrumental cenderung klasik. Tapi sesudahnya pas saya lagi senggang dan memutar DVD konser TM. Revolution eh dia jadi responsif dan bergerak-gerak lincah :lol:.

Saya belum tahu jenis kelaminnya. Tapi jika melihat dari responnya terhadap sepakbola, film Kung-Fu, anime robot gede, musik Rock, dan lagu India (?), mungkinkah dia berjenis kelamin laki-laki *wondering* karena suka pada hal yang berbau maskulin. Atau ga ada hubungannya dengan jenis kelaminnya, toh itu mungkin hanya pengaruh dari excitement si emaknya yang memang doyan begituan :P.

Who knows… tapi yang penting kamu tumbuh sehat, Nak :mrgreen:

Advertisements

6 thoughts on “The Amazing Pregnancy: August 2011 (Weeks 17-20)

  1. Nah itu… belum tahu nanti kalau sudah lahir seperti Haro atau Setsuna 😆

    Tapi kalau lincah ditambah cerewet, pusing saya

    Tapi kalau lincah malah pendiam, pusing juga saya menebak-nebak isi hatinya

    halah 😆

  2. Waaaah, bobot badan naik pas hamil itu wajar. Manjakan nutrisi sang bayi, itu yang penting! 😉

    Bagus juga tuh, minum jus apel dan mangga. Sip! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s