Lagu Anak Jaman Sekarang

Minggu sore kemarin, saat mejeng bareng Risa di depan rumah, kami dirubung bocah-bocah tetangga sekitar usia 5-7 tahunan. Bocah perempuan semuanya, wangi sudah mandi semua.

Sambil ngobrol ngalor-ngidul dan ngegodain Risa, saya minta mereka untuk bernyanyi biar si Risa bisa senyum soalnya dia merem-melek melulu :P.

Salah satu bocah pun menyanyikan lagu SM*SH dengan faseh-nya 😆 .

Saya tergelak dan merekues lagu lain, “Lagu anak-anak, dong!”

Eh si bocah kemudian malah bingung, “Lagu apa? Aku mah hapalnya lagu semes sama ceribel,” jawabnya dengan polos.

Alamak 😆

SM*SH Idola Anak Jaman Sekarang

Begini agaknya potret anak jaman sekarang, setiap hari dibanjiri konten dewasa sampai-sampai lagu sebagai sarana eskpresi musikalitas yang sesuai umur mereka pun tak punya. Sebagai anak jaman dulu, saya masih ingat jelas, seumuran mereka saya suka berdendang “Soleram sol soleram… soleram anak yang manis…” bareng bocah-bocah tetangga.

Sementara anak jaman sekarang adalah generasi boy/girl band 😕 atau kalo meminjam istilah seorang teman, generasi Inbox dan Dahsyat :lol:. Ketika itu teman saya takjub melihat bocah-bocah (yang lagi-lagi) tetangganya berbondong-bondong menghadiri acara Inbox di salah satu pelataran parkir Pasar Modern Karawaci. Saya aja tidak tahu dimana itu Pasar Modern Karawaci.

Terus kenapa? Apa salah menjadi generasi boy/girl band sejak dini? Saya tak begitu faham tentang psikologi anak-anak, jadi tak tau dampaknya buat para gadis belia ini. Tapi pernah ngobrol dengan keponakan seumuran kelas 3 SD yang juga menggilai SM*SH, dan saya tanya “emang ngerti maksud lagunya?”. Dan dia menjawab, “soal cinta-cintaan.” Masih saya cecar dengan pertanyaan lanjutan, “Emang cinta tuh apa sih?” Dan dia menjawab dengan polos, “Cinta tuh suka-sukaan, pacaran gitu.” Dan iseng saya tanya lagi, “Emang kamu udah punya pacar?” Dan si eneng tidak menjawab dan cuma tersapu-sapu malu…. :lol:.

Jaman dulu, seumuran begitu, saya masih ngejar-ngejar tukang bakso dan bukannya cowo.. Eh abang tukang bakso tuh cowok juga ya :lol:.

Jadi ya sebagai anak jaman dulu, memang ajaib sekaligus ngeri melihat anak jaman sekarang. Apalagi kalau membayangkan anak di masa depan, haduh kaya apa itu nanti pergaulan :-?.

Tapi ah saya tak ingin jadi emak-emak kuno super protektif yang malah mengekang keingintahuan Risa nantinya. Saya mau jadi ibu gaol yang tetap melek pada perkembangan jaman. Biar dia melihat dunia dengan pengawasan, dan membekalinya skill untuk menilai apa yang dia lihat.

Advertisements

One thought on “Lagu Anak Jaman Sekarang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s