The Art of LDR

Kami lahir dan dibesarkan di dua kota berbeda terpisah jarak 146 km

Saat aku kuliah di tahun ke 3 kami malah memperlebar jaraknya menjadi 7337.18 km

Perkenalan pertama kami,  2 tahun 4 bulan yang lalu, pun masih pada jarak yang sama, 7337.18 km

Namun ketika saatnya tiba, pertemuan pertama sekaligus mengikat janji setia selamanya, kami memperpedek jarak menjadi sekitar 21-0 km

Jarak 21-0 km kami jalani 2 bulan saja sampai kami harus kembali berjarak 7337.18 km

Sekarang, terhitung sudah 10 bulan kami kembali ke jarak 7333.18 km tersebut

Akhirnya kalau dihitung-hitung…

Kami telah hidup terpisah sejak… *menghitung* 27 tahun 3 bulan untukku dan 32 tahun 11 bulan untuknya pada jarak berkisar antara 7337.18-136 km

Haha.. galau? 😆

Tentu saja 😥

Ah tapi coba lihat seberapa jauh dan lama kami akhirnya saling menemukan satu sama lain, membuatnya amat berharga untuk dipertahankan… selamanya… selama yang bisa diusahakan

The art of LDR and any type of relationship:

Rumput di depan rumah kita jauh lebih subur dan hijau daripada rumput tetangga

Dan seperti yang pernah aku tulis [di sini]

… penderitaan itu bersumber ketika kita menginginkan seseorang mencintai dengan cara yang kita inginkan, bukannya membebaskan sebagaimana cinta itu dengan semestinya memanifestasikan diri.

[The Zahir-Paulo Coelho]

Demikian menurut pengalamanku, bagaimana dengan Anda?

Advertisements

4 thoughts on “The Art of LDR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s