My Journey To ONE OK ROCK 2018 “Ambitions” Asia Tour, Singapore Indoor Stadium (Part I)

ONE OK ROCK (selanjutnya disingkat OOR), band rock asal Jepang beranggotakan Taka (vokal), Toru (gitar, leader), Ryota (bass), dan Tomoya (drum). Profil lengkap OOR bisa dibaca di Wikipedia, termasuk kisah hidup setiap member band ini.

Mengenai genre musik mereka, secara umum beraliran post hardcore, emo, alternative rock, dan power pop. Meskipun demikian, di album terakhirnya “Ambitions”, musik mereka sudah jauh melenceng dari album-album sebelumnya, dengan lebih mengadopsi pop-rock yang generik dan standar.

Sejak 2015, OOR mulai unjuk gigi di blantika musik dunia dengan merilis album berbahasa Inggris berjudul “35xxxv (Deluxe Edition)” di bawah label Warner Bros. Pada tahun 2017, mereka kembali merilis album berbahasa Inggris “Ambitions” di bawah naungan label Fueled by Ramen. Album terakhir inilah yang mengibarkan nama mereka di dunia musik internasional, bahkan menempati posisi ke 2 di Billboard Chart US Top Hard Rock Album.

Saya sendiri sudah jadi fans mereka sejak 2010. Eight years, dude!? Mulai dari casual fans yang download lagu dan DVD konser mereka via forum Jejepangan. Sampai akhirnya banyak link download yang diblokir, lalu merambah dunia bawah tanah (private link) LOL. Sampai akhirnya lagu-lagu mereka bisa diakses via Spotify atau Apple Music. Jadi, saya sudah insyaf jadi pembajak, kecuali lagu-lagu yang cuma dirilis di Jepang.

Alhasil, sudah menjadi sebuah cita-cita luhur untuk at least sekali seumur hidup bisa nonton konser mereka. Di mana pun. Apalagi kalau bisa menunaikan ibadah suci menjejakkan kaki di Saitama Super Arena atau Tokyo Dome pada konser Japan Tour mereka.

Makanya, ketika official account mereka (Instagram, Facebook, dan Twitter) mengumumkan rangkaian tur Asia di awal tahun 2018, saya pun belingsatan.

Apalagi tidak ada tanda-tanda Indonesia, negara kita tercintah, masuk ke dalam daftar tur tersebut. Negara terdekat adalah Singapura! Apa daya emak-emak tulang rusuk keluarga macam saya bisa merencanakan perjalanan sendiri ke Singapura untuk nonton konser rock meninggalkan anak di rumah. Tuh di bold biar jelas tekanannya LOL.

Kegalauan ini pun saya tumpahkan kepada suami tercinta. Si G3mbel, surprisingly, menyanggupi untuk mewujudkan impian saya ini. Kemudian persiapan menuju hari H pun dimulai.

Tiket Konser

Tiket konser dijual dengan beragam harga, 98 sampai 228 SGD. Bagi mereka yang sanggup berdiri berjam-jam di pit, bisa membeli tiket standing di premium rock zone. Tapi buat mereka yang ingin lebih santai nunggu sambil duduk dan ngemil popcorn, bisa memilih tempat duduk di sepanjang tribun bawah, tengah dan atas. Kami memilih section 215 yang menghadap pojok kiri panggung.

Pembelian tiket dilakukan via online. Kita tinggal memilih lokasi section dan jumlah tiket yang ingin dibeli. Kemudian sistem akan memberikan nomor dan lokasi tempat duduknya. Jika dikau puas, bisa lanjut ke proses pembayaran. Tapi jika tidak, seperti saya, karena posisinya kok agak belakang, kita diberi dua kali kesempatan lagi untuk mendapatkan nomor tempat duduk lainnya. Tapi, kita hanya diberikan waktu sekitar 20 menit untuk menyelesaikan proses pembelian.

Pada akhirnya saya memilih opsi tempat duduk di baris ke-18, yaitu posisi terdepan dibandingkan opsi-opsi lainnya. Kemudian lanjut ke proses pembayaran dengan kartu kredit. Setelah pembayaran terverifikasi, tiket elektronik pun langsung dikirim ke email.

Salah satu teman kantor, yang juga nge-fans sama OOR berhasil saya kompori untuk ikutan nonton konser. Ya kan biar seru gitu nonton ramai-ramai…

Drama Perpanjangan Paspor

Karena paspor saya sudah habis masa berlakunya, seharusnya, prioritas utama adalah memperpanjang paspor secepatnya. Tapi, karena ribet urusan kerjaan dan lain-lain, perpanjangaan paspor pun belum terurus. Padahal sudah beli tiket pesawat dan hotel. Itu pun kalau tidak diingatkan oleh teman, mungkin saya masih leyeh-leyeh. Padahal saya sudah harus berangkat ke Singapura tanggal 19 Januari 2018 lho.

Alhasil, di penghujung akhir tahun 2017 saya mulai mencari nomor anterian paspor online. Pertama saya mencari via website imigrasi. Ajigile baru ada jadwal bulan Februari 2018!Setelah browsing info ke sana ke mari, saya pun mendownload aplikasi Antrian Paspor dari Google Play. Saya pantengin itu jadwal setiap kantor imigrasi seputaran Jabodetabek. Beneran lho, ga ada jadwal di bulan Desember sampai Januari.

Kemudian, di tengah malam, ternyata ada jadwal di awal Januari! Tapi di Bandung! Karena desperate, demi ketemu Taka, di-book aja deh itu jadwal. Lalu curcol di Twitter… LOL

Eh, beberapa hari kemudian saya masih penasaran dong. Saya coba lagi buka aplikasi Antrian Paspor, dan… jreng.. jreng.. ada jadwal di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.Eh, nggak lama, Twitter-nya Kanim Tangerang mengumumkan kalau ada pelayanan paspor di weekend. Kan saya jadi happy

Jadinya, jadwal di Kanim Jakarta Selatan dibatalkan. Saya pun mengurus paspor di Tangerang saja. Prosesnya cepet banget, tidak sampai sejam. Pulangnya sempat facial.

Empat hari kemudian paspor sudah di tangan deh… Can’t wait to see you, OOR!!

To be continued…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s